Oleh: La Ode Husaini
Eks Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Psikologi UHO
Di usia ke-80 kemerdekaan Indonesia, rakyat masih terus menjerit akibat kebijakan-kebijakan yang tidak pro rakyat. Pajak yang tinggi, harga bahan pokok yang terus naik, dan kebijakan-kebijakan lain yang membuat rakyat semakin menderita.
Saat rakyat menyampaikan aspirasi atas keresahan mereka, mereka selalu dibenturkan dengan aparat kepolisian. Mereka diadu seperti pion-pion kecil di medan perang, sementara para elit sedang duduk di ruangan ber-AC sambil minum kopi atau teh hangat dan menikmati permainan catur.
Peristiwa tragis yang dialami Affan Kurniawan (21), driver ojek online yang tewas setelah dilindas kendaraan taktis Brimob di Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025), menjadi contoh nyata bagaimana rakyat diperlakukan oleh aparat. Ini sungguh tragis dan memprihatinkan. Sebuah ironi yang memilukan, di mana negara yang seharusnya melindungi rakyatnya, justru menjadi alat untuk menindas mereka.
Kita dapat melihat fenomena ini melalui teori piramida kebutuhan Abraham Maslow. Rakyat Indonesia saat ini masih berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka, seperti kebutuhan pangan, sandang, dan papan.
Namun, kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat membuat mereka semakin sulit untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Mereka terjebak dalam lingkaran kemiskinan dan ketidakpastian, sementara para elit terus menikmati kemewahan dan kekuasaan.
Lebih tragis lagi, saat rakyat menyampaikan aspirasi mereka, mereka justru dihadapi dengan kekerasan dan intimidasi oleh aparat kepolisian. Ini sungguh ironis, di mana negara yang seharusnya melindungi rakyatnya, justru menjadi alat untuk menindas mereka. Rakyat yang seharusnya menjadi prioritas utama, justru menjadi korban kebijakan yang tidak pro rakyat.
Kita dapat melihat sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, di mana para pahlawan kita berjuang melawan penjajah dengan gigih dan berani. Mereka berkorban jiwa dan raga untuk kemerdekaan bangsa ini. Namun, saat ini, perjuangan rakyat lebih berat karena mereka harus melawan para penghianat bangsanya sendiri. Para elit yang berkuasa lebih memikirkan kepentingan mereka sendiri daripada kepentingan rakyat.
Seperti yang dikatakan oleh Bung Karno, “Perjuangan kita bukan hanya melawan penjajah, tapi juga melawan kemiskinan, kebodohan, dan kemunduran.” Saat ini, perjuangan rakyat Indonesia adalah melawan para penghianat bangsanya sendiri, yang lebih memikirkan kepentingan mereka sendiri daripada kepentingan rakyat. Kita harus ingat bahwa rakyat adalah tulang punggung negara ini. Jika rakyat menderita, maka negara ini tidak akan pernah maju
Oleh karena itu, kita harus terus menyuarakan aspirasi kita dan menuntut DPR dan pemerintah untuk membuat kebijakan-kebijakan yang pro rakyat. Kita tidak boleh diam dan membiarkan para elit berkuasa memanfaatkannya. Kita harus terus berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar kita dan menciptakan Indonesia yang lebih baik. Sebuah Indonesia yang berkeadilan, yang berdemokrasi, dan yang berpihak pada rakyat.
Kita harus terus berjuang untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik, di mana rakyat tidak lagi menderita akibat kebijakan-kebijakan yang tidak pro rakyat. Di mana rakyat dapat hidup dengan layak, dengan harga bahan pokok yang terjangkau, dengan pendidikan yang berkualitas, dan dengan kesehatan yang terjamin. Di mana rakyat dapat menyampaikan aspirasi mereka tanpa takut diintimidasi atau dikriminalisasi.
Rakyat harus menjadi prioritas utama, bukan hanya menjadi pion-pion kecil di medan perang. Di mana rakyat dapat hidup dengan martabat dan harga diri, tanpa takut akan penindasan dan kekerasan. Kita harus terus berjuang untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik, untuk rakyat, oleh rakyat, dan dari rakyat.(red)