Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 24 Jul 2024 10:18 WITA ·

Raja Konawe Ajak Masyarakat Sultra Teladani Pahlawan Nasional Oputa Yi Koo


 Lukman Abunawas, Ketua Dewan Pembina Lembaga Adat Tolaki (LAT) Sultra dan Mokole atau Raja Konewe ke XXXIV. Foto: Istimewa Perbesar

Lukman Abunawas, Ketua Dewan Pembina Lembaga Adat Tolaki (LAT) Sultra dan Mokole atau Raja Konewe ke XXXIV. Foto: Istimewa

PENAFAKTUAL.COM, KENDARI – Oputa Yi Koo berasal dari kesultanan Buton telah diakui sebagai pahlawan nasional. Pengakuan itu berdasarkan Surat Keputusan (SK) Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi).

Atas hal itu, Lukman Abunawas sebagai Ketua Dewan Pembina Lembaga Adat Tolaki (LAT) Sultra dan Mokole atau Raja Konewe ke XXXIV mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk menjadikan Upota Yi Koo sebagai teladan dan menjadi inspirasi dalam menjaga persatuan dan kesatuan untuk membangun daerah (Bumi anoa) ke arah yang lebih baik.

“Oputa Yi Koo adalah pahlawan nasional yang telah resmi dengan SK Presiden. Untuk itu, mari kita hargai junjung tinggi apalagi pahlawan nasional merupakan putra asli Sultra,” tegasnya, Rabu, 24 Juli 2024.

Oputa Yi Koo tambah mantan Bupati Konawe dua periode itu betul-betul memberikan semangat perjuangan dalam membela rakyat dari penindasan belanda maupun penjajah di bumi baubau pada khususnya dan di bumi anoa pada umumnya.

Dalam kesempatan itu LA menyampaikan bahwa Oputa Yi Koo adalah pahlawan nasional yang berasal dari kesultanan Buton yang juga setara sejajar dengan pejuang-pejuang nasional yang berasal dari sultra lainnya. Walaupun belum mendapatkan pengakuan resmi dari pemerintah melalui keputusan presiden Joko Widodo.

“Seperti Halu Oleo kemudian pahlawan-pahlawan daerah lainnya Sulewatang Wawotobi, Ponggawa Tonggauna, yang masing-masing daerah memiliki pahlawan yang mencerminkan sejarah perjuangan membela rakyat dan cinta tanah air yang bertekad untuk membebaskan rakyat dan daerah kita dari penjajah,” jelasnya.

Kemudian Lukman Abunawas mengajak seluruh masyarakat Sultra dari rumpun Tolaki, Buton, Wolio, Muna, Mekongga, maupun Moronene, dan beberapa beberapa simbol-simbol kerajaan daerah yang diakui bersatu membangun daerah.

“Jangan terpancing dari hasutan-hasutan dari pihak-pihak lain yang sengaja memecah belah semangat persatuan kita sebagai asli putra daerah Sultra,” bebernya.

Karena sejak memperjuangkan daerah Sultra sebagai daerah yang otonom adalah semua putra-putri asli Sultra dari Kesultanan Buton, Kerajaan Muna Kerajaan Mekongga, Kerajaan Konawe dan Kerajaan yang lainnya yang bersatu untuk membangun daerah.

“Mari dengan semangat kepahlawanan kita junjung tinggi persatuan dan kesatuan. Kita tidak boleh terprovokasi dari pihak lain yang sengaja memporaporandakan kita sebagai putra asli daerah,” tandasnya.(hsn)

Artikel ini telah dibaca 276 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Pamit Pergi Memancing, Pria 48 Tahun Ditemukan Meninggal di Perairan Wakatobi

16 Juli 2026 - 18:39 WITA

Pemuda Munaken: Kami Menyampaikan Fakta dan Data, Bukan Membangun Opini

14 Juli 2026 - 21:56 WITA

La Ode Muhammad Nadin Ditunjuk Jadi Plt Ketua DPC Kendari Periode 2026-2027

14 Juli 2026 - 20:35 WITA

KSOP Kendari Pastikan Seluruh ABK KM Mahkota Menui Selamat Usai Kapal Tenggelam

14 Juli 2026 - 18:08 WITA

Wanita di Muna Barat Tewas Diserang Ular Piton 6 Meter, Lengan Kanan Sempat Ditelan

14 Juli 2026 - 17:36 WITA

KM Mahkota Menui Tenggelam di Perairan Morowali Sulteng, 29 Orang Dievakuasi

14 Juli 2026 - 12:40 WITA

Trending di Daerah