Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 11 Okt 2025 10:13 WITA ·

Puskesmas Kabaena Utara Tolak Pelayanan Ibu Hamil, Bukti Sistem Pelayanan Kesehatan Masih Kacau dan Dinilai Tidak Adil


 Video viral dimedia sosial  di Desa Mapila, Kecamatan Kabaena Utara, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara tentang seorang ibu hamil yang melahirkan di mobil pick up. Foto: Istimewa Perbesar

Video viral dimedia sosial di Desa Mapila, Kecamatan Kabaena Utara, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara tentang seorang ibu hamil yang melahirkan di mobil pick up. Foto: Istimewa

BOMBANA – Sebuah video viral di media sosial menunjukkan seorang ibu hamil melahirkan di mobil pick-up di Desa Mapila, Kecamatan Kabaena Utara, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Kebijakan Puskesmas Kabaena Utara yang menolak memberikan pelayanan kesehatan kepada ibu hamil tersebut dinilai kacau dan tidak adil.

Menurut kronologis peristiwa, keluarga pasien menghubungi bidan Diana untuk membantu proses persalinan pada Senin pukul 11.20 WITA. Namun, pasien diminta untuk menunggu di Poskesdes Mapila karena bidan Diana masih berada di Puskesmas.

Bidan Diana mengungkapkan bahwa kebijakan Puskesmas Kabaena Utara sangat tidak manusiawi. “Betapa kejamnya akreditasi, saya tidak membayangkan pasien lahiran diantar ke jalan dengan jalanan yang rusak dan jauh,” ungkapnya.

Diana juga menambahkan bahwa kasus kematian di SP 3 tahun 2024 disebabkan oleh retensi plasenta karena pasien melahirkan di jalan menuju Puskesmas. “Selama 1 tahun lebih, kami dianggap tidak bekerja, padahal kami tidak pernah mengeluh demi pasien warga kami di Desa Mapila dan Wumbulasa,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana, Darwin, menyampaikan bahwa dinas tidak mempersoalkan jika ibu-ibu di Mapila dan sekitarnya ditindak di bidan desanya, sepanjang kondisinya darurat.

“Bidan boleh mengambil tindakan di tempat, tetapi harus dikomunikasikan dengan Puskesmas,” tuturnya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana menekankan kepada seluruh kepala Puskesmas di wilayahnya untuk lebih mengutamakan nyawa daripada aturan apapun.(red)

Artikel ini telah dibaca 69 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Gubernur Diminta Tegur Kadispar Sultra atas Blunder di Media Sosial

19 Februari 2026 - 09:18 WITA

LM Irfan Mihzan Terima Mandat sebagai Ketua Pengcab JMSI Buton Raya

18 Februari 2026 - 18:10 WITA

Rumah Dua Lantai di Kendari Terbakar, Kerugian Capai Rp100 Juta

17 Februari 2026 - 22:15 WITA

Travelina Indonesia Telantarkan Puluhan Jemaah Umrah di Madinah

16 Februari 2026 - 10:21 WITA

Intimidasi dan Denda di Bandara Halu Oleo: Driver Transportasi Online Meminta Kejelasan Regulasi

16 Februari 2026 - 09:08 WITA

Klarifikasi Panitia Musprov Kadin Sultra, Tegaskan Bukan Acara Pemerintah

16 Februari 2026 - 07:44 WITA

Trending di Daerah