MUNA – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Muna mendapat tambahan koleksi buku bacaan senilai Rp 35 juta dari Bank Sultra. Bantuan tersebut bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.
Bantuan diserahkan secara simbolis dan diterima langsung oleh Bupati Muna, Bachrun Labuta, didampingi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Muna, Sitti Lestari Gombilo Bitu, di Muna, Senin (2/11/2026).
Bupati Muna Bachrun Labuta menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bank Sultra atas kepeduliannya terhadap peningkatan literasi di daerahnya.
Menurut Bachrun, tambahan koleksi buku baru diyakini mampu mendorong peningkatan minat baca masyarakat Muna di tengah gempuran era digital.
“Di era digital ini, tantangan untuk mengajak masyarakat membaca buku memang tidak mudah. Tapi saya optimistis, dengan membaca buku kualitas sumber daya manusia akan lebih baik,” ujar Bachrun.
Ia bahkan menegaskan komitmennya untuk menjadikan budaya literasi sebagai identitas daerah.
“Kita ingin jadikan baca buku sebagai ciri orang Muna,” kata Bachrun.
Sementara itu, Pimpinan Cabang Bank Sultra Muna, Weldy Soemargo, mengatakan bantuan CSR tersebut merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah daerah.
Ia menjelaskan, bantuan buku merupakan bagian dari peran Bank Sultra dalam membantu pemerintah meningkatkan minat baca masyarakat.
“Bantuan ini sebagai peran Bank Sultra untuk membantu meningkatkan minat baca masyarakat,” kata Weldy.
Weldy mengungkapkan, Bank Sultra setiap tahun mengalokasikan dana CSR sebesar Rp 250 juta. Untuk tahun 2026 ini, total CSR yang sudah tersalurkan mencapai Rp 110 juta.
Rinciannya, Rp 75 juta digunakan untuk kegiatan pasar murah dan Rp 35 juta untuk bantuan buku bacaan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Muna.
“CSR tersisa Rp 140 juta, penggunaannya tergantung permohonan Pemkab. Kami di bank hanya sebagai penyedia dana saja,” terang Weldy.
Terpisah, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Muna, Sitti Lestari Gombilo Bitu menilai bantuan tersebut sangat membantu di tengah keterbatasan anggaran.
Ia mengaku, akibat kebijakan efisiensi anggaran, tahun ini Dinas Perpustakaan tidak memiliki anggaran khusus untuk pengadaan buku baru.
“Bantuan ini sekaligus menjawab tuntutan masyarakat untuk mendapatkan bahan bacaan terbaru,” ujarnya.
Adapun jenis buku yang dibantu meliputi buku sastra, kedokteran, sosiologi, serta buku-buku untuk semua jenjang pendidikan dengan terbitan terbaru. (red)


















