Menu

Mode Gelap
Rudapaksa Anak Dibawa Umur, Bendahara PT TMS Ditangkap Polisi Bocah di Muna Ditemukan Tak Bernyawa di Pinggir Laut Waspada Penipuan Whatsapp, Ini Modus Terbaru 2024 Sidang Tipikor PT Antam, Hakim Minta JPU Hadirkan Eks Gubernur Sultra Sosok Jenderal yang Sederhana dan Rendah Hati itu Telah Berpulang

Daerah · 25 Nov 2022 10:19 WITA ·

Puluhan Karyawan PT GAN Hentikan Aktivitas Ilegal Mining PT CSM


 Puluhan karyawan PT GAN menghentikan aktivitas ilegal mining PT CSM. (Foto: Istimewa) Perbesar

Puluhan karyawan PT GAN menghentikan aktivitas ilegal mining PT CSM. (Foto: Istimewa)

PENAFAKTUAL.COM, KONUT – PT Golden Anugerah Nusantara (GAN) mengambil langkah tegas menghentikan aktivitas ilegal mining PT Citra Silika Malawa (CSM) di lahan milik PT GAN, Rabu, 23 November 2022. Langkah itu dilakukan lantaran aparat penegak hukum (APH) tak kunjung melakukan penindakan terhadap PT CSM.

Aksi penertiban yang dilakukan puluhan karyawan PT GAN itu ditandai dengan pemasangan plang bertuliskan, bahwa kawasan yang selama ini diolah PT CSM merupakan wilayah IUP eksplorasi PT GAN.

Kepemilikan lahan atas nama PT GAN dinilai telah berkekuatan hukum tetap, yakni melalui putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Nomor : 04/G/2020/PTUN-Kendari, dan diperkuat oleh keputusan Mahkamah Agung RI Nomor: 150/K.TUN/2021 tanggal 27 April 2021.

Humas PT GAN, Mansiral Usman mengatakan bahwa pemasangan plang tersebut sebagai wujud kekuatan hukum sah yang dimiliki oleh PT GAN atas lahan pertambangan yang dikuasai oleh PT CSM.

Lahan tersebut berada di Desa Sulaho, Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Hari ini kami mewakili manajemen dan direktur untuk eksekusi lahan kami (PT GAN) yang sudah berkekuatan hukum tetap, sebagaimana dituangkan dalam putusan PTUN dan diperkuat dengan penetapan putusan Mahkamah Agung,” ujar Mansiral.

Lebih lanjut, ia juga membeberkan, sampai saat ini APH belum melakukan eksekusi terhadap salinan putusan dari PTUN dan putusan MA.

“Jadi dasar hukum kami datang eksekusi lahan ini, karena sampai saat ini belum ada aparat hukum yang melakukan eksekusi sesuai salinan putusan PTUN yang kami bawa hari ini, termaksud salinan putusan dari Mahkamah Agung,” bebernya.

Mansiral mengungkapkan, bahwa kedatangan karyawan dan manajemen PT GAN ke lokasi hanya bermaksud untuk menghentikan aktifitas dari PT CSM, karena lahan itu merupakan milik PT golden

Dijelaskannya, IUP PT CSM tumpang tindih dan mengklaim bahwa IUP mereka lebih dulu terbit ketimbang IUP milik PT GAN. Bahkan perusahaan tu pun melakukan penciutan dengan nomor IUP yang sama menjadi 165 hektare.

“Jadi yang diakui pemerintah hanya 20 hektare bukan 475 hektare,” tegas Mansiral Usman.

Sementara itu, Humas PT CSM, Nuno saat dikonfirmasi, enggan memberikan komentar terkait pemasangan plang pihak PT GAN.

Editor: Husain

Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Polda Sultra Komitmen Wujudkan Seleksi yang Bersih dan Transparan

26 Februari 2024 - 13:03 WITA

KSOP Kendari Mediasi Pelaku Usaha Pasir dengan ESDM Sultra

23 Februari 2024 - 14:16 WITA

Jumat Curhat, Kapolsek Wolasi Edukasi Pelajar SD

23 Februari 2024 - 11:52 WITA

Raih Suara Terbanyak, Fadhal Rahmat Tunaikan Janjinya Perbaiki Jalan Jambu

22 Februari 2024 - 15:32 WITA

Empat Hari Pasca Pemilu, Arus Balik di Pelabuhan Tampo Masih Padat

18 Februari 2024 - 15:28 WITA

Lima TPS di Kendari Bakal Dilakukan PSU

18 Februari 2024 - 10:27 WITA

Trending di Daerah