Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 9 Jan 2026 08:00 WITA ·

PT WIN Jelaskan Ketidakhadiran di RDP: Direktur Utama Sedang Sakit


 Muhammad Nuriman Djalani, Project Manajer (PM) PT WIN. Foto: Istimewa Perbesar

Muhammad Nuriman Djalani, Project Manajer (PM) PT WIN. Foto: Istimewa

KONAWE SELATAN – PT Wijaya Inti Nusantara (PT WIN) menyampaikan penjelasan resmi terkait dinamika hubungan industrial yang berkembang belakangan ini. Perusahaan menegaskan komitmennya untuk menghormati peran DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai lembaga representasi rakyat yang menjalankan fungsi pengawasan, sekaligus peran pemerintah daerah dalam menjamin perlindungan hak-hak ketenagakerjaan.

Dalam pernyataannya, PT WIN menjelaskan bahwa ketidakhadiran perusahaan pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) terakhir tidak dimaksudkan sebagai bentuk pengabaian maupun pelecehan terhadap lembaga DPRD. Sebelumnya, PT WIN telah hadir dalam dua agenda RDP dan menyampaikan sikap serta penjelasan atas persoalan yang dipersoalkan.

Muhammad Nuriman Djalani, Project Manajer (PM) PT WIN, mengatakan bahwa ketidakhadiran pada RDP berikutnya disebabkan oleh kondisi Direktur Utama yang sedang sakit. Selain itu, pendelegasian kepada Divisi Hukum tidak dapat dilakukan karena keterbatasan kewenangan dalam pengambilan keputusan strategis.

“Meski demikian, PT WIN menegaskan tetap membuka ruang komunikasi dan dialog secara konstruktif dengan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Muhammad Nuriman Djalani.

Terkait isu tunggakan upah eks karyawan, PT WIN menjelaskan bahwa penyelesaian hubungan kerja telah ditempuh melalui mekanisme hukum yang sah. Proses tersebut dilakukan melalui mediasi yang difasilitasi oleh mediator hubungan industrial pada instansi ketenagakerjaan dan telah dituangkan dalam Perjanjian Bersama (PB).

PT WIN juga menyayangkan munculnya rekomendasi penghentian seluruh aktivitas operasional perusahaan sebelum adanya putusan hukum yang berkekuatan tetap. Menurut perusahaan, langkah tersebut perlu dipertimbangkan secara cermat karena berpotensi menimbulkan dampak luas.

“PT WIN menegaskan komitmennya untuk menjunjung tinggi supremasi hukum, nilai kemanusiaan, serta hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan,” tutup Muhammad Nuriman Djalani.(red)

Artikel ini telah dibaca 59 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

APH Sultra Desak DPRD Segera Gelar RDP Soal Polemik Jasa Transportasi Bandara Halu Oleo

26 Maret 2026 - 09:34 WITA

Polemik Sewa Lahan Spot Coffee di Kendari Berlanjut, JGN Sultra Minta RDP

26 Maret 2026 - 09:07 WITA

Ratusan Masyaraka Wawesa Gelar Syukuran atas Pelantikan Kepala Desa

25 Maret 2026 - 23:09 WITA

Lansia di Buton Utara Ditemukan Meninggal Tergantung di Kusen Pintu, Sempat Minta Dibeli Rokok dan Kue Kering

25 Maret 2026 - 20:14 WITA

Kecelakaan Libatkan Anggota Polri di Konawe, Empat Orang Terluka

25 Maret 2026 - 17:40 WITA

Pergi Melaut Subuh, Nelayan di Bombana Ditemukan Tak Bernyawa di Laut

25 Maret 2026 - 13:23 WITA

Trending di Daerah