Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 25 Mar 2026 13:23 WITA ·

Pergi Melaut Subuh, Nelayan di Bombana Ditemukan Tak Bernyawa di Laut


 Nelayan di Bombana bernama La Ode ditemukan tewas mengapung di laut. Foto: Istimewa Perbesar

Nelayan di Bombana bernama La Ode ditemukan tewas mengapung di laut. Foto: Istimewa

BOMBANA – Seorang nelayan bernama La Ode (55) ditemukan tewas mengapung di perairan Pulau Kofano, Desa Masaloka Barat, Kecamatan Kepulauan Masaloka Raya, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa, 24 Maret 2026.

Korban diketahui merupakan warga Desa Masaloka Selatan, Kecamatan Kepulauan Masaloka Raya.

Kasi Humas Polres Bombana, Iptu Abdul Hakim, mengatakan jenazah korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Abbas (56) yang sedang memancing di perairan tersebut.

“Ditemukan sampan milik korban dalam keadaan terbalik di permukaan laut, tidak jauh dari lokasi penemuan jenazah,” ujar Iptu Hakim saat dikonfirmasi, Rabu, 25 Maret 2026.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban sebelumnya pergi melaut untuk memancing menggunakan sampan pada Selasa dini hari sekitar pukul 04.00 Wita.

Penemuan jenazah bermula saat Abbas tengah memancing sekitar pukul 06.30 Wita. Ia kemudian melihat tubuh korban mengapung di permukaan laut dengan jarak sekitar 50 meter dari posisinya.

“Saksi kemudian mendayung sampannya untuk memberikan pertolongan. Namun, saat tiba di lokasi, korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa,” jelasnya.

Selanjutnya, saksi mengevakuasi jenazah korban ke daratan terdekat, tepatnya di Desa Batu Sempe Indah, Kecamatan Mataoleo.

Sekitar pukul 08.00 Wita, pihak keluarga menjemput jenazah korban dan membawanya ke rumah duka di Desa Masaloka Selatan.

Iptu Hakim menyebutkan pihak keluarga telah menyatakan ikhlas atas kejadian tersebut dan menolak dilakukan autopsi.

“Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah,” katanya.

Sementara itu, hasil pemeriksaan luar oleh pihak Puskesmas Kepulauan Masaloka Raya tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Dari keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsi atau gangguan sistem saraf yang dapat menyebabkan kejang.

“Perkiraan waktu kematian sekitar satu jam sebelum jenazah ditemukan,” pungkasnya. (lin)

Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Era Baru PMII Kendari: Dilantik PB PMII, Rahmat Almubaraq Janji Aksi Nyata untuk Warga

12 Mei 2026 - 19:15 WITA

Penuh Haru dan Kekeluargaan, Kapolres Konut Pimpin Sertijab Kapolsek Asera

12 Mei 2026 - 16:21 WITA

Diduga Tak Berizin, Live DJ di Rich Club Kendari Disorot Mahasiswa

12 Mei 2026 - 14:36 WITA

Kolaborasi Riset PT GKP Catat Temuan Spesies Baru di Pulau Wawonii

12 Mei 2026 - 11:43 WITA

Usai Dilantik, Sekda Bombana Diminta Percepat Program Agrominapolitan

12 Mei 2026 - 10:06 WITA

Cari Ikan Pakai Sampan, Nelayan Asal Lasalimu Dilaporkan Hilang di Perairan Buton

12 Mei 2026 - 09:33 WITA

Trending di Daerah