Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 9 Des 2025 20:35 WITA ·

Pondok Pesantren Imam Syafi’i Menjerit di Tengah Lubang Tambang PT IPIP


 Pondok Pesantren Imam Syafi’i Menjerit di Tengah Lubang Tambang PT IPIP Perbesar

KENDARI – Sebuah lembaga pendidikan Islam yang berlokasi di Desa Oko‑Oko, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, kini berada di ambang penggusuran. Pondok Pesantren Imam Syafi’i, yang menempati lahan seluas kurang lebih 20.000 meter persegi, diduga menjadi korban dampak aktivitas tambang yang dilakukan oleh PT Indonesia Pomalaa Industri Park (IPIP).

Berdasarkan foto dokumentasi yang diterima media ini, area sekitar pondok tampak gundul setelah pepohonan ditebang, sementara genangan air mengisi lubang‑lubang bekas galian.

Kondisi tersebut memaksa para santri dan pengurus pesantren untuk menyuarakan keprihatinan melalui media sosial, berharap perhatian publik dapat membantu mengatasi permasalahan yang mereka hadapi.

“Kami hanya bisa bersuara lewat media sosial. Semoga ada yang peduli dengan kondisi pondok kami. Pondok yang kami bangun dengan tetesan keringat dan tenaga,” tulis akun resmi Pondok Pesantren Imam Syafi’i Oko‑Oko pada unggahan yang telah menyebar luas.

Pengurus pesantren mengungkapkan bahwa mereka terpaksa mengungsikan sebagian fasilitas karena tidak dapat menahan kerusakan lingkungan yang semakin parah.

“Lihatlah di sekitar kami hampir semua pohon habis, lalu ada lubangan air yang sekali‑kali bisa meluap. Inilah alasan kenapa kami harus pergi dari pondok kami yang sekarang. Keselamatan kami dan anak‑anak kami jauh lebih utama,” tambah mereka.

Pihak pesantren juga menegaskan bahwa pembangunan pondok tersebut merupakan hasil kerja keras dan sumbangsih masyarakat setempat. Namun, dengan adanya dugaan aktivitas tambang yang tidak terkontrol, keberlangsungan pendidikan dan kehidupan religi di kawasan itu menjadi terancam.

Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi masih berupaya menghubungi pihak PT IPIP untuk meminta konfirmasi mengenai aktivitas tambang yang diduga menyebabkan kerusakan tersebut.

Kisah Pondok Pesantren Imam Syafi’i ini kembali menyoroti pentingnya keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan, terutama di wilayah yang kaya akan sumber daya alam namun rawan terhadap eksploitasi tidak bertanggung jawab. Semoga suara warga dan lembaga pendidikan ini mendapat perhatian yang sepatutnya dari pihak berwenang.(red)

Artikel ini telah dibaca 59 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Sekda Sultra Asrun Lio Surati Nur Alam Terkait Yayasan Unsultra, Kuasa Hukum: Pemprov Harusnya Tidak Cawe-cawe

31 Januari 2026 - 21:50 WITA

Anton Timbang Targetkan IMI Hadir di Seluruh Kabupaten/Kota di Sultra

31 Januari 2026 - 19:25 WITA

Truk Muat Ore PT ST Nickel Resources Leluasa Hauling Malam Hari di dalam Kota Kendari

31 Januari 2026 - 19:18 WITA

Diduga Akibat Ledakan Korek Api, Mobil Daihatsu Sigra di Bombana Hangus Terbakar

31 Januari 2026 - 18:37 WITA

Dua Rumah di Kendari Barat Ludes Terbakar, Lansia Alami Luka Bakar Serius

31 Januari 2026 - 11:16 WITA

Ditinggal Hadiri Acara Pingitan, Rumah Warga Kusambi Muna Barat Ludes Terbakar 

30 Januari 2026 - 15:08 WITA

Trending di Daerah