Menu ✖

Mode Gelap
BREAKING NEWS: Kajari Konawe Diamankan Kejati Sultra, Diduga Selewengkan Wewenang Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia

Daerah · 19 Nov 2025 13:38 WITA ·

Peringatan World Prematurity Day 2025: RSUD Bahteramas Berikan yang Terbaik untuk Bayi Prematur


 Peringatan World Prematurity Day 2025: RSUD Bahteramas Berikan yang Terbaik untuk Bayi Prematur Perbesar

KENDARI – Dalam rangka memperingati World Prematurity Day 2025, Pemprov Sultra melalui Dinkes Sultra bertempat di ruang NICU RSUD Bahteramas melaksanakan kegiatan peringatan sebagai upaya penguatan dan sosialisasi perawatan bayi prematur, Selasa 18 November 2025. Mengangkat tema “berikan bayi prematur awal yang kuat untuk masa depan yang lebih cerah”, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan upaya pengajaran penanganan dan perawatan bayi prematur.

Ketua Panitia dr. Jumhari Baco, MSc., SpA., Subsp. Neo (K) mengatakan World Prematurity Day 2025, sebuah momentum global untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perawatan terbaik bagi bayi yang lahir prematur.

“Sebagai Ketua Panitia, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, manajemen RSUD Bahteramas, para dokter, perawat NICU, tenaga kesehatan lintas profesi, orang tua pejuang prematur, serta seluruh tamu undangan yang hadir. Kehadiran Bapak Ibu hari ini adalah wujud kepedulian dan komitmen terhadap masa depan generasi kecil kita,” jelasnya.

Lanjutnya bahwa Tema ini menegaskan bahwa bayi prematur memiliki peluang tumbuh sehat dan sukses bila mereka mendapatkan dukungan yang tepat.

“Sejak awal kehidupan, melalui perawatan NICU yang optimal, sentuhan kasih sayang orang tua, nutrisi yang tepat, stimulasi dini, serta lingkungan yang penuh empati,” ungkapnya.

Di RSUD Bahteramas, pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan neonatal, memperkuat edukasi kepada orang tua, serta mengembangkan kerja sama lintas sektor demi memastikan setiap bayi prematur mendapatkan kesempatan terbaik untuk bertahan dan tumbuh berkembang dengan optimal.

“Hari ini, kita tidak hanya memperingati sebuah hari besar, tetapi juga merayakan ketangguhan para pejuang kecil NICU, kekuatan para orang tua, dan dedikasi luar biasa para tenaga kesehatan. Karena di balik setiap bayi prematur yang tumbuh sehat, ada kerja keras, kolaborasi, dan cinta yang tidak pernah putus,” tuturnya.

Ia juga berharap kegiatan ini membawa manfaat, membuka ruang diskusi, mempererat kolaborasi, dan menjadi motivasi bagi kita semua untuk memberikan yang terbaik bagi bayi prematur di Sulawesi Tenggara dan Indonesia.

“Terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja dengan penuh semangat. Semoga Allah SWT senantiasa memberi kekuatan dan keberkahan bagi kita semua dalam menjalankan tugas mulia ini,” pungkasnya.

Sementara itu Dirut Bahteramas, Saiful mengatakan bahwa setiap tahun, lebih dari 15 juta bayi lahir prematur di seluruh dunia.

“Banyak dari mereka memulai hidup dengan perjuangan yang tidak mudah, bernapas lebih berat, makan dengan bantuan, dan bertahan hidup di ruang perawatan intensif,” katanya.

Lanjutnya Disinilah pihaknya sebagai fasilitas kesehatan rujukan tertinggi di Sulawesi Tenggara, memikul tanggung jawab besar.

“Kami memberikan awal yang kuat bagi bayi prematur, agar mereka dapat tumbuh, berkembang, dan mencapai masa depan yang lebih cerah,” tuturnya.

Hal ini juga sangat selaras dengan komitmen RSUD Bahteramas untuk meningkatkan kualitas layanan neonatal.

“Termasuk Penguatan layanan NICU dan Kangaroo Mother Care (KMC), Edukasi komprehensif kepada orang tua, Pelatihan berkelanjutan bagi tenaga kesehatan, Serta upaya menurunkan angka kematian bayi prematur di wilayah kita,” ungkapnya.

Ia juga menuturkan bahwa bayi prematur bukan hanya “pasien kecil”, mereka adalah harapan besar—harapan keluarga, harapan masyarakat, dan harapan bangsa.

“Setiap upaya kecil yang kita lakukan, sentuhan lembut, perawatan terstandar, edukasi yang tepat, hingga kerja sama lintas profesi, semuanya berkontribusi pada keselamatan dan kualitas hidup mereka,” tandasnya.(red)

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

KSOP Kendari Desak Pelindo Segera Bersihkan Debu di Pelabuhan Nusantara

7 Oktober 2026 - 20:43 WITA

Kadin Kendari Tegaskan Kasus Dugaan Penipuan Ketua Bukan Urusan Lembaga, Melainkan Personal

7 Oktober 2026 - 19:52 WITA

Kebakaran Rumah dan Kios di Muna, Kerugian Ditaksir Capai Rp400 Juta

7 Oktober 2026 - 15:34 WITA

Cegah Jemaah Terlantar, DPRD Bombana Desak Kemenhaj Sultra Awasi Travel Nakal

6 Oktober 2026 - 14:53 WITA

Kisah Inspiratif H Muslim, Anggota Polres Kolaka Bangun Masjid dan Ponpes Tahfiz di Kolaka

5 Oktober 2026 - 20:45 WITA

Kecelakaan Maut di Wundulako Kolaka, Karyawan PT SJS Tewas Usai Motor Tabrak Dump Truck

5 Oktober 2026 - 15:30 WITA

Trending di Daerah