Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Hukrim · 8 Jan 2026 22:44 WITA ·

Penembakan di Tambang Ilegal Bombana: Empat Anggota Brimob Dijemput Propam Polda Sultra


 Pihak kepolisian melakukan olah TKP. Foto: Istimewa Perbesar

Pihak kepolisian melakukan olah TKP. Foto: Istimewa

BOMBANA – Sebuah insiden penembakan terjadi pada hari Kamis, 8 Januari 2026 sekitar pukul 11.00 Wita di lokasi tambang emas ilegal di sekitar Desa Wambarema, Kecamatan Poleang Utara, Kabupaten Bombana. Kejadian tersebut diduga melibatkan empat personel Resimen 2 Korbrimob yang bertugas di wilayah Kota Kendari.

Kasi Humas Polres Bombana, Iptu Abd Hakim, mengkonfirmasi bahwa insiden penembakan tersebut benar adanya.

“Kami mengkonfirmasi bahwa benar pada tanggal 8 Januari 2026 terjadi insiden penembakan di lokasi tambang ilegal di Desa Wambarema. Diduga penembakan tersebut melibatkan empat anggota Brimob yang diduga berdinas pada Brimob Resimen Dua yang melaksanakan BKO di Sultra,” katanya.

Keempat terduga pelaku telah diamankan di Polres Bombana dan selanjutnya dijemput oleh Bidpropam Polda Sulawesi Tenggara untuk dilakukan pemeriksaan lebih mendalam.

Korban dalam insiden ini mengalami satu luka tembak pada punggung kaki sebelah kiri dan telah mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Tanduale Kabupaten Bombana.

Menurut informasi awal, kejadian dimulai ketika sejumlah orang yang diduga sebagai personel Brimob datang ke lokasi tambang dan memberikan peringatan untuk menghentikan aktivitas. Situasi kemudian menjadi tidak terkendali karena terjadi adu mulut antara masyarakat dengan personil Brimob tersebut hingga terjadi tembakan.

Polres Bombana menegaskan bahwa kasus ini akan ditangani sesuai dengan prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku.

“Untuk proses penyelidikan kasus ini telah diambil alih oleh Polda Sultra dan akan dilaksanakan secara objektif dan transparan. Semua proses akan dilakukan sesuai aturan untuk menjaga keadilan bagi semua pihak,” tambah Iptu Abd Hakim.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, agar proses penyelidikan dapat berjalan lancar.(red)

Artikel ini telah dibaca 118 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

RDP di DPRD Kota Kendari: Terungkap Sejumlah Pelanggaran Hauling ST Nikel

4 Maret 2026 - 19:46 WITA

Dugaan Penyalahgunaan Dana Jamaah Travel Tajak Ramadhan Group Terungkap

4 Maret 2026 - 19:00 WITA

Resky Amalia Purnamasari, Mahasiswi IAIN Kendari Dilaporkan Hilang

4 Maret 2026 - 13:15 WITA

Kasus Dugaan Penipuan Jual Beli Tanah di Kendari Berlarut, Terlapor Dua Kali Mangkir dari Panggilan Polisi

4 Maret 2026 - 12:03 WITA

Hauling Nikel di Luar Jalur, Dewan Kendari Desak Polisi Tindak ST Nickel

4 Maret 2026 - 10:21 WITA

Kecelakaan Kerja di PT VDNI Tewaskan Sopir Dump Truck, Polisi: Kurang Pengawasan di Lokasi

4 Maret 2026 - 03:34 WITA

Trending di Hukrim