Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 19 Jan 2026 09:08 WITA ·

Pemda Bombana Batalkan Pengadaan Ambulance Laut: Pasien Kritis dari Kabaena Terpaksa Sewa Parahu Rp5 Juta


 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana, Darwin Ismail (kiri) dan Pasien kritis dari Pulau Kabaena yang terpaksa harus sewa perahu kayu untuk menyebrang laut menuju Kasipute Bombana. Foto: Istimewa Perbesar

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana, Darwin Ismail (kiri) dan Pasien kritis dari Pulau Kabaena yang terpaksa harus sewa perahu kayu untuk menyebrang laut menuju Kasipute Bombana. Foto: Istimewa

BOMBANA – Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) resmi membatalkan kontrak proyek pengadaan dua unit speed boat untuk fasilitas ambulance laut di Pulau Kabaena.

Proyek pengadaan speed boat tersebut dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bombana Tahun Anggaran 2025 yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan nilai sebesar Rp2,8 miliar.

Ihwal pembatalan kontrak tersebut disampaikan oleh Kepala Dinkes Kabupaten Bombana, Darwin Ismail. Ia mengatakan pembatalan proyek dilakukan kerena perusahaan pemenang tender tidak menyediakan speed boat meski batas waktu kontrak telah habis.

“Saya putus kontrak, karena di deadline kontrak barangnya tidak ada, dan kondisinya tidak ada sama sekali. Kita mau kasih perpanjangan waktu juga presentasenya masih nol jadi saya putus kontraknya,” kata Darwin kepada Penafaktual.com Minggu, 18 Januari 2026.

Selain itu, Darwin juga mengatakan bahwa proyek pengadaan dua unit speed boat baru dapat dianggarkan kembali dalam anggaran perubahan 2026 mendatang.

“Kita anggaran di 2026 nanti di pergeseran anggaran,” kata Darwin.

Disisi lain, masyarakat Pulau Kabaena terpaksa harus menggunakan perahu kayu untuk menyebrangi lautan saat merujuk pasien kritis dari Puskesmas ke RS Tanduale Bombana.

Salah satu Warga Desa Pongkalaero, Kecamatan Kabaena Selatan, Sahrul (46) mengatakan bahwa setiap pasien yang hendak dirujuk, mereka harus menyewa perahu dengan biaya jutaan rupiah dalam sekali jalan.

“Yang star dari Dongkala (Kabaena Timur) itu Rp 3- 5 juta untuk perahu bodi itu paling murah,” ujar Sahrul kepada penafaktual.com saat dikonfirmasi Via telepon, Minggu, 18 Januari 2026.

Sahrul mengungkapkan bahwa pada Sabtu, 17 Januari kemarin, sebanyak 2 pasien yang dirujuk menggunakan perahu kayu. Sementara satu pasien lainnya dirujuk menggunakan kapal penumpang.

“Pagi anak-anak dari Kabaena Utara, kemudian yang tiba sore (pasien) perempuan yang kejang-kejang yang lagi hamil tibanya sore pakai bodi (perahu kayu) dan ada juga menggunakan kapal reguler,” kata Sahrul.(lin)

Artikel ini telah dibaca 58 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Kaya SDA, Miskin Fasilitas Kesehatan: Pemda Bombana Hanya Setengah Hati Urus Kabaena?

18 Januari 2026 - 22:53 WITA

LBH HAMI Sultra Perkuat Komitmen Advokasi Hukum bagi Masyarakat

18 Januari 2026 - 21:16 WITA

Ambulance Laut Rusak, Pasien Kritis dari Kabaena Terpaksa Sewa Perahu Minimal Rp5 Juta

18 Januari 2026 - 20:40 WITA

Viral! Penumpang Keluhkan Tak Ada Grab di Bandara Halu Oleo, Lanud: Tidak Diperbolehkan

18 Januari 2026 - 08:14 WITA

IMI Sultra dan BNN Kota Kendari Bersinergi Lakukan Tes Urine

17 Januari 2026 - 20:50 WITA

Polisi Ungkap Hasil Visum Lansia yang Ditemukan Tewas di Kendari, Penyebab Masih Misteri

17 Januari 2026 - 20:06 WITA

Trending di Daerah