Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 18 Jan 2025 16:40 WITA ·

Patuhi Aturan, PT TMM Tegaskan Belum Ada Aktivitas Penambangan


 Kawasa IUP PT Tristaco Mineral Makmur (TMM) di Blok Morombo Kabupaten Konawe Utara. Foto: Istimewa Perbesar

Kawasa IUP PT Tristaco Mineral Makmur (TMM) di Blok Morombo Kabupaten Konawe Utara. Foto: Istimewa

PENAFAKTUAL.COM, KENDARI – Manajemen PT Tristaco Mineral Makmur (TMM) memberikan klarifikasi terkait tuduhan aktivitas penambangan dan penjualan bijih nikel ilegal.

Direktur Utama PT TMM, Feri Irawan, menegaskan bahwa perusahaan selalu mematuhi aturan yang berlaku dan menyebut isu tersebut sebagai fitnah yang merugikan reputasi perusahaan.

“Kami patuh pada peraturan,” ujar Feri Irawan, Sabtu, 18 Januari 2025.

Feri menegaskan, hingga saat ini PT TMM belum melakukan aktivitas penambangan maupun penjualan bijih nikel. Menurutnya, perusahaan masih menunggu persetujuan Rencana Kerja Anggaran dan Biaya (RKAB) dari Kementerian ESDM.

“Kami belum melakukan aktivitas tambang karena masih menunggu persetujuan RKAB. Tanpa RKAB, mustahil ada aktivitas tambang atau penjualan bijih nikel seperti yang dituduhkan,” tegasnya.

Terkait Aktivitas di Jetty

Menanggapi aktivitas di jetty milik PT TMM, Feri menjelaskan bahwa fasilitas tersebut digunakan oleh PT Wisnu berdasarkan kerja sama yang telah disepakati.

“Pelabuhan tersebut merupakan jetty khusus yang dapat melayani PT Wisnu dan beberapa pemegang IUP lainnya,” tambahnya.

Feri juga menyatakan bahwa tuduhan aktivitas tambang ilegal di Blok Morombo, Konawe Utara, adalah berita bohong (hoaks) yang hanya bertujuan mencemarkan nama baik perusahaan.

“Jika benar kami melakukan aktivitas tanpa RKAB, tentu sudah ada tindakan hukum. Tuduhan ini jelas tidak berdasar,” ujarnya.

Komitmen pada Kepatuhan Hukum

PT TMM, kata Feri, berkomitmen penuh untuk menjalankan operasionalnya sesuai aturan hukum.

Ia menepis tuduhan penjualan bijih nikel ilegal, yang menurutnya tidak mungkin terjadi tanpa pengawasan ketat aparat penegak hukum.

“Setiap pengangkutan hasil tambang selalu diawasi. Jika ada pelanggaran, pasti sudah ada tindakan hukum. Kami menjalankan semua prosedur sesuai peraturan, terutama terkait RKAB,” pungkasnya.(hsn)

Artikel ini telah dibaca 127 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Kolaborasi Polres Lhokseumawe dan PT WIN Hadirkan Harapan Pasca Banjir di Muara Batu

16 Desember 2025 - 09:08 WITA

Pelantikan Pengurus JMSI Sultra Bakal Digelar 19 Desember 2025

15 Desember 2025 - 19:09 WITA

PT WIN Turunkan Excavator untuk Percepat Pembangunan Masjid Pondok Tahfiz di Parasi

12 Desember 2025 - 15:23 WITA

Bank Sultra Cabang Muna Apresiasi Pemdes Banggai Jadi Perintis Pembukaan Rekening Perangkat Desa

10 Desember 2025 - 16:20 WITA

Pondok Pesantren Imam Syafi’i Menjerit di Tengah Lubang Tambang PT IPIP

9 Desember 2025 - 20:35 WITA

HMI MPO Demo Soal Pembangunan Rumah Pribadi Gubernur, DPRD Sultra Bungkam

7 Desember 2025 - 18:28 WITA

Trending di Daerah