Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 21 Mar 2025 21:33 WITA ·

Patroli Pertambangan di Bombana, Polisi Imbau Masyarakat Jaga Lingkungan


 Personil Opsnal Polres Bombana dan Polsek Lantari Jaya melaksanakan patroli di wilayah pertambangan Desa Wumbubangka. Foto: Istimewa Perbesar

Personil Opsnal Polres Bombana dan Polsek Lantari Jaya melaksanakan patroli di wilayah pertambangan Desa Wumbubangka. Foto: Istimewa

PENAFAKTUAL.COM, BOMBANA – Dalam rangka menciptakan situasi kondusif menjelang Hari Raya Besar Umat Muslim, personil Opsnal Polres Bombana dan Polsek Lantari Jaya melaksanakan patroli di wilayah pertambangan Desa Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana, Jumat, 21 Maret 2025.

Patroli ini bertujuan untuk mencegah terjadinya tindak pidana, termasuk praktik penambangan ilegal, serta menciptakan rasa aman di tengah masyarakat sekaligus meminimalisir potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Dari penulusuran patroli, ditemukan masyarakat yang melakukan penambangan secara tradisional dengan tujuan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Namun, tidak ditemukan kelompok masyarakat yang melakukan penambangan besar-besaran atau menggunakan alat berat.

Selain itu, ditemukan lobang-lobang bekas penambangan yang telah ditinggalkan. Pihak kepolisian memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan penambangan ilegal yang dapat merusak lingkungan.

“Kami juga memperingatkan masyarakat yang melakukan penambangan tradisional agar tidak menggunakan alat yang berdampak negatif terhadap kelestarian lingkungan,” ujar Kapolres Bombana, kepada AKBP Wisnu Hadi.

Ketua Karang Taruna Desa Wumbubangka, Hamdan, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Polres Bombana dan Polsek Lantari Jaya atas kegiatan patroli yang dilakukan di wilayah pertambangan desa mereka.

“Kami sangat berterima kasih kepada pihak kepolisian yang telah melakukan patroli di wilayah pertambangan desa kami. Masyarakat yang ditemukan melakukan penambangan secara tradisional itu adalah orang-orang asli desa kami, orang tua kami sendiri,” ujar Hamdan.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa aktivitas penambangan tradisional tersebut dilakukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, bukan untuk memperkaya diri atau melakukan eksploitasi besar-besaran.

“Kami berharap pendekatan seperti ini terus dilakukan, sehingga masyarakat dapat lebih memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan tanpa merasa terintimidasi,” tambahnya.

Ucapan terima kasih dan apresiasi dari tokoh pemuda ini menunjukkan adanya komunikasi yang baik antara masyarakat dan pihak kepolisian, serta harapan agar keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut tetap terjaga dengan pendekatan yang bijak.

Artikel ini telah dibaca 57 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Knalpot Brong Berujung Penikaman di Buton Selatan

28 Agustus 2025 - 20:54 WITA

Warga Desa Maabholu Muna Digegerkan Penemuan Ular Piton 8 Meter

28 Agustus 2025 - 19:53 WITA

Mendagri Tito Karnavian Dukung Penuh Program Prioritas Kadin Sultra

28 Agustus 2025 - 18:23 WITA

Aksi Nyata PT TBS dan Almhariq: Jalan Poros Kabaena Selatan Mulai Dibangun

28 Agustus 2025 - 17:22 WITA

Tito Karnavian Soroti Jam Tangan Rolex Bupati Bombana: Harusnya Pejabat Publik Bersikap Sederhana!

27 Agustus 2025 - 20:05 WITA

Gunakan Jam Tangan Rolex Senilai Hampir Rp 1 Miliar, Gaya Hidup Mewah Bupati Bombana Disorot!

27 Agustus 2025 - 19:47 WITA

Trending di Daerah