Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 13 Okt 2023 06:21 WITA ·

KSOP Kendari Ajak Semua Stakeholder Jaga Kondusifitas Pelabuhan


 KSOP Kendari menggelar Rakor dengan beberapa stakeholder membahas kondusifitas pelabuhan. Foto: Istimewa
Perbesar

KSOP Kendari menggelar Rakor dengan beberapa stakeholder membahas kondusifitas pelabuhan. Foto: Istimewa

PENAFAKTUAL.COM, KENDARI – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Kendari terus mengajak semua stakeholder termasuk para pengguna jasa agar menjaga kondusifitas di seluruh pelabuhan Kendari.

Kepala KSOP Kelas II Kendari, Letkol Marinir Sri Utomo mengatakan pelabuhan merupakan gerbang perekonomian yang mampu membantu ketersediaan kebutuhan bahan pokok, bahan bangunan, dan komoditi lainnya.

“Pelabuhan Kendari ini kan salah satu pintu masuk di kawasan Indonesia timur, maka sangat penting kita jaga bersama kondisi baik di pelabuhan kita ini,” kata Sri Utomo kepada peserta rapat di Pelabuhan Bungkutoko Kendari, Kamis, 12 Oktober 2023.

Hal ini berkaca pada kisruh konflik internal kepengurusan Tenaga kerja bongkar muat (TKBM) yang membuat kondisi di pelabuhan Kendari sempat memanas.

Olehnya itu sangat penting, KSOP mengundang seluruh pengguna jasa di pelabuhan guna mendudukkan bersama untuk membicarakan persoalan yang banyak dihadapi oleh para pengguna jasa di kawasan pelabuhan.

“Misalnya ada kendala-kendala yang ditemukan di lapangan, baik itu dari segi pelayanan, perizinan dan sejumlah hal lainnya. Dengan adanya pertemuan ini, kegiatan yang ada di pelabuhan bisa lancar”, katanya.

Ia juga berpesan kepada seluruh jajaran agar selalu berkordinasi jika terjadi kendala di lapangan.

Menurutnya, jika suatu masalah dibiarkan berlarut larut, akan mengganggu aktivitas di pelabuhan sehingga dengan kebersamaan yang dibangun, pihaknya yakin dapat menyelesaikan persoalan di lapangan.

“Tujuan dari pertemuan ini untuk memajukan pelabuhan kita di Kendari, mengoptimalkan kegiatan yang ada dan meningkatkan PNBP negara sehingga menjadi contoh bagi pelabuhan lainnya di Indonesia”, harapnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa pertemuan seperti hari ini rencananya akan dilakukan setiap bulan sebagai bagian dari inovasi KSOP Kelas II Kendari.

Sementara itu, perwakilan pengurus TKBM Karya Bahari, La Ode Ngkolilino mengatakan langkah yang dilakukan KSOP sangat bermanfaat.

“Kami sangat berterimakasih dengan gagasan kepala KSOP yang mengumpulkan kami semua, banyak hal yang bisa kita diskusikan khususnya soal aktivitas bongkar muat di pelabuhan Kendari ini, “jelasnya.

Ia menuturkan, kegiatan ini sebagai momentum gerakan bersama semua pihak di pelabuhan guna bersama bertanggung jawab menjaga kondisi yang kondusif di pelabuhan.

“Kita akan jaga pelabuhan Kendari agar tetap kondusif, tentu perlu kerja sama semua pihak, “tandasnya.

Rakor tersebut melibatkan agen pelayaran, Jasa Pengurus Tranportasi (JPT), Perusahaan Bongkar Muat (PBM) maupun Terminal Khusus (Tersus).

Editor: Tim Redaksi

Artikel ini telah dibaca 149 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Pria Asal Watopute Muna Meninggal Dunia Usai Kecelakaan Kerja di PT VDNI Konawe

3 Maret 2026 - 23:27 WITA

Warga Kolaka Dikejutkan dengan Paus Terdampar Tak Bernyawa di Perairan Desa Totobo

3 Maret 2026 - 13:13 WITA

Bank Sultra Genap 58 Tahun, Ajak Sinergi untuk Pembangunan Berkelanjutan di Sulawesi Tenggara

3 Maret 2026 - 10:55 WITA

Miskomunikasi, Upah Tukang Renovasi Madrasah di Bombana Akan Segera Dibayar

2 Maret 2026 - 21:38 WITA

Gojo Kendari dan SMA Negeri 4 Jalin Kerja Sama, Siswa Dapat Diskon 30 Persen

2 Maret 2026 - 16:08 WITA

Derita Tukang Renovasi Madrasah di Bombana: Upah Tak Dibayar, Kontraktor Diduga Kabur

2 Maret 2026 - 00:41 WITA

Trending di Daerah