Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 13 Feb 2026 12:01 WITA ·

Kronologi Kemunculan Sosok Misterius Sebelum Kebakaran Asrama Putri Ponpes Darul Mukhlasin As Saniy Mubar


 Asrama Putri Pompes Darul Mukhlasin Ad Saniy  terbakar. Foto:  Istimewa Perbesar

Asrama Putri Pompes Darul Mukhlasin Ad Saniy terbakar. Foto: Istimewa

MUNA BARAT – Kebakaran melanda asrama putri Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Mukhlasin As Saniy di Desa Kasakamu, Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat, pada Jumat, 13 Februari 2026, sekitar pukul 01.10 Wita.

Kapolsek Kusambi, Ipda Akhmad Amin Harun mengatakan, peristiwa bermula saat sejumlah santri putra berjaga di lingkungan pondok pada dini hari.

Tiba-tiba seorang santri bernama Sugeng, yang tengah berkeliling melakukan kontrol, melihat sosok orang tak dikenal berada di belakang asrama putri.

Ia pun berteriak memberi tahu santri lainnya bahwa ada orang mencurigakan di lokasi tersebut.

“Sugeng keliling kontrol sekitar Pondok dan ketika berada di belakang pondok asrama putri, Sugeng berteriak bahwa ada orang,” ujar Ipda Akhmad.

Mendengar teriakan itu, beberapa santri putra segera mendatangi belakang asrama putri. Namun, saat tiba di lokasi, sosok yang dilihat Sugeng sudah menghilang.

Para santri kemudian kembali ke asrama putra. Tak lama berselang, kobaran api tiba-tiba muncul dari bangunan asrama putri.

“Mereka (santri) langsung berteriak bahwa ada api. Kemudian bersama penghuni pondok yang lain mencoba untuk memadamkan api dengan alat seadanya,” kata ipda Akhmad.

Setelah berjibaku selama lebih dari satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 02.30 Wita. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun sejumlah barang seperti kitab Al-Qur’an, ijazah santri, pakaian, lemari, dan kasur dilaporkan hangus terbakar.

Ipda Akhmad mengatakan, akibat kebakaran tersebut kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp200 juta.

Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, serta memasang garis polisi di lokasi.

Hingga kini, penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab kebakaran. “Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan,” pungkas Ipda Akhmad. (lin)

Artikel ini telah dibaca 78 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Demo BEM UMK di DPRD Sultra Ricuh, Mahasiswa Saling Dorong dengan Satpol PP 

23 Juni 2026 - 16:14 WITA

HP Pengurus AMAN Sultra Diduga Kena Serangan Siber Usai Kritik Sejumlah Kasus

23 Juni 2026 - 14:55 WITA

Jorok dan Bau Menyengat, Toilet Jadi “Wajah Buruk” Bandara Haluoleo

23 Juni 2026 - 14:31 WITA

Geger! Mayat Pria Ditemukan di Area Persawahan Kolaka, Diduga Korban Kecelakaan

22 Juni 2026 - 14:24 WITA

Tabrakan Dua Motor di Konsel Terekam CCTV, Pengendara Alami Luka Kepala

21 Juni 2026 - 14:12 WITA

WR II Akui Cacat Prosedur, Forum Akademik UHO Desak Hentikan Pemilihan Dekan FISIP

20 Juni 2026 - 15:08 WITA

Trending di Daerah