MUNA BARAT – Ketua Panitia Lomba Gerak Jalan yang digelar dalam rangka HUT ke-11 Kabupaten Muna Barat dan HUT ke-80 RI belum dapat dimintai keterangan terkait keikutsertaan kelompok waria dalam kegiatan yang diikuti peserta tingkat SMA/SMK dan umum.
Upaya wartawan menghubungi Ketua Panitia, La Umbas, yang juga Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muna Barat, tidak mendapat respons.
Kehadiran kelompok waria tersebut menuai sorotan publik karena mereka tampil dengan kostum putih bertuliskan “Waria Mubar” berwarna pelangi, identik dengan simbol LGBT. Beberapa pihak menilai penampilan itu di ruang publik berpotensi menormalisasi perilaku LGBT di Muna Barat.
Beberapa warga juga menduga panitia mengetahui identitas peserta tersebut, apalagi komunitas itu menyebut diri mereka “Transpuan”. Namun hingga kini, Ketua Panitia belum memberikan klarifikasi terkait dugaan itu.
Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengaku pihaknya tidak mengetahui bahwa lomba tersebut diikuti kelompok waria. Namun, bupati hadir dan melihat langsung kelompok tersebut saat melewati panggung utama.
“Yang menerima pendaftaran itu panitia. Kita juga tidak tahu pesertanya dari mana. Tiba-tiba ada peserta seperti itu, ya sudah mau diapakan, terlanjur,” ujarnya.
Meski demikian, bupati menegaskan kejadian itu akan menjadi bahan evaluasi. “Tapi itu akan menjadi koreksi untuk tahun berikutnya,” tambahnya.(red)