Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Nasional · 4 Mar 2026 19:23 WITA ·

Kolaborasi Kementerian Kebudayaan dan JMSI untuk Kebudayaan Indonesia


 Foto bersama usai audiens pengurus JMSI Pusat dengan Menteri Kebudayaan RI. Foto: Istimewa Perbesar

Foto bersama usai audiens pengurus JMSI Pusat dengan Menteri Kebudayaan RI. Foto: Istimewa

JAKARTA — Dalam rangka memajukan kebudayaan nasional seperti yang diamanatkan UUD 1945, Kementerian Kebudayaan merasa perlu untuk merangkul sebanyak mungkin pihak, termasuk organisasi perusahaan pers seperti Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI).

Menteri Kebudayaan Fadli Zon percaya pada kredibilitas dan komitmen JMSI yang merupakan konstituen Dewan Pers menumbuhkembangkan kebudayaan nasional.

Hal itu disampaikan Fadli ketika menerima audiensi JMSI di Kantor Kementerian Kebudayaan di Jakarta, Selasa, 3 Maret 2026.

Ketua Umum JMSI Teguh Santosa dalam pertemuan itu menegaskan pihaknya siap membangun komitmen dan berkolaborasi untuk mengangkat dan mempromosikan kebudayaan Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

Menteri Fadli Zon menyambut baik inisiatif tersebut dan menegaskan pentingnya peran media dalam memperluas apresiasi serta promosi kebudayaan.

“Ini hal yang sangat baik, karena media dapat menjadi sarana apresiasi sekaligus promosi kekayaan budaya kita,” ujar Fadli.

Fadli menjelaskan bahwa penguatan kebudayaan memiliki landasan konstitusional yang kuat. Ia merujuk pada Pasal 32 Ayat 1 UUD 1945 yang menyatakan bahwa negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.

Menurut Fadli, kebudayaan sebagai aspek immaterial harus ditempatkan sebagai fondasi sebelum membahas aspek material pembangunan sebagaimana diatur dalam Pasal 33 UUD 1945. Ia menekankan bahwa identitas, nilai, dan narasi kebangsaan merupakan dasar penting dalam memperkuat kedaulatan bangsa.

Kementerian Kebudayaan, lanjut Fadli, saat ini tengah menghimpun dan mendigitalisasi cerita rakyat serta mitologi Nusantara.

“Cerita rakyat kita sangat banyak, termasuk mitologi. Ini yang sedang kami himpun dan digitalisasi. Jumlahnya sekitar 7.000,” katanya. Cerita-cerita tersebut tersebar dari Sabang hingga Papua dan dinilai memiliki potensi besar untuk diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia maupun dunia internasional.

Ketua Umum JMSI Teguh mengatakan, kemampuan membangun narasi dari mitologi dan cerita rakyat perlu diperkuat agar dapat dibaca dan dipahami secara luas.

Dengan jaringan sekitar 900 perusahaan pers daring yang tergabung, Teguh meyakini JMSI dapat berkontribusi dalam promosi budaya secara berkelanjutan.

Selain penguatan narasi budaya, Fadli turut memaparkan sejumlah temuan sejarah yang tengah dikaji, termasuk titik pendaratan pertama saudagar Belanda Cornelis de Houtman di Banten. Ia menjelaskan bahwa pergeseran garis pantai akibat sedimentasi menyebabkan perbedaan posisi daratan sekitar satu kilometer dibandingkan peta lama.

Di tingkat internasional, Indonesia juga tengah menunggu pengumuman dari UNESCO terkait pengakuan tempe sebagai warisan budaya Indonesia.

“Mungkin akhir tahun ini,” ujar Fadli. Selain itu, Kementerian Kebudayaan juga sedang mengajukan sejumlah warisan budaya tak benda lainnya, termasuk kuliner seperti rendang, serta mendorong pendaftaran objek budaya benda selain batik ke UNESCO.

Melalui kolaborasi antara pemerintah dan media, diharapkan promosi dan penguatan kebudayaan Indonesia dapat berjalan lebih sistematis dan berkelanjutan di panggung global.

Usai pertemuan Fadli dan Teguh saling tukar buku. Kepada Teguh, Fadli menyerahkan buku “The Wonder of Indonesian Wayang” tentang koleksi wayang yang dimilikinya.

Adapun Teguh menyerahkan buku “Reunifikasi Korea: Game Theory” yang diangkat dari disertasinya di program doktoral HI Universitas Padjadjaran.(red)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

JMSI Jakarta Fasilitasi Buka Puasa Bersama Ketum dan Dewan Pakar Pusat

4 Maret 2026 - 19:24 WITA

JMSI Usulkan Perluasan Perlindungan HAM bagi Pekerja Pers, Dewan Pers Respons Positif

8 Februari 2026 - 21:16 WITA

Wali Kota Baubau Yusran Fahim Masuk Nominasi “Golden Leader” JMSI

3 Februari 2026 - 23:24 WITA

FWK Desak Revisi UU Pers, Tegaskan 9 Februari Tetap Hari Pers Nasional

3 Februari 2026 - 23:08 WITA

Surat Edaran BKN: ASN Wajib Gunakan Batik KORPRI Tiap Hari Kamis dan Tanggal 17

27 Januari 2026 - 23:19 WITA

Prabowonomics vs Greedynomics: Pidato Prabowo di Davos Menuai Pujian Akademisi

25 Januari 2026 - 11:14 WITA

Trending di Nasional