KENDARI – Kabid Binwasnaker dan K3 Disnakertrans Sultra, Asnia Nidi, mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima aduan kecelakaan kerja di Desa Lamokula, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konsel.
“Belum ada aduannya,” kata Asnia pada Sabtu, 19 Juli 2025.
Meskipun demikian, Asnia menegaskan bahwa pihaknya telah mengatensi hal tersebut. “Ini sudah ada atensi dari Binwasnaker,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa berdasarkan aturan, setiap peristiwa kecelakaan kerja, pihak perusahaan wajib melaporkan hal tersebut.
“Apabila kecelakaan tersebut mengakibatkan korban mengalami cacat atau memiliki penyakit, perusahaan juga wajib melaporkan kecelakaan serta dampaknya tidak lebih dari 2×24 jam setelah pekerja dinyatakan mengalami penyakit, cacat, atau meninggal dunia,” ungkap Asnia.
Hal tersebut berdasarkan Pasal 11 Ayat 1 UU Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Nomor: Per.03/Men/1998 tentang tata cara pelaporan dan pemeriksaan kecelakaan.
Asnia menambahkan bahwa jika pihak perusahaan tidak melaporkan kecelakaan kerja, akan ada sanksi yang diberikan.
“Ada sanksi, berdasarkan Pasal 15 Juncto pasal 3 ayat 1 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1970,” pungkasnya.
Sebelumnya, kecelakaan kerja kembali terjadi di lokasi tambang batu warga, Arifuddin di Desa Lamokula, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konsel. Korban Sandrio Febrian (21) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan kerja pada Jumat, 18 Juli 2025.
Pihak kepolisian telah membenarkan peristiwa tersebut dan mengungkapkan bahwa korban mengalami luka berat akibat tertimpa batu besar yang jatuh dari atas alat berat yang dikemudikannya. Korban kemudian dibawa ke RSUD Kendari, namun meninggal dunia dalam perjalanan.(red)