Menu ✖

Mode Gelap
BREAKING NEWS: Kajari Konawe Diamankan Kejati Sultra, Diduga Selewengkan Wewenang Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia

Daerah · 13 Mei 2025 20:11 WITA ·

Kapolres Buton Utara Warning Jajarannya: Tidak Ada Lagi Laporan Mengendap!


 Kapolres Buton Utara, AKBP Totok Budi Sanjoyo. Foto: Istimewa Perbesar

Kapolres Buton Utara, AKBP Totok Budi Sanjoyo. Foto: Istimewa

PENAFAKTUAL.COM – Kapolres Buton Utara, AKBP Totok Budi Sanjoyo, mengirimkan pesan keras atau warning kepada seluruh jajarannya untuk tidak membiarkan laporan masyarakat mengendap. Dalam pertemuan dengan sejumlah wartawan di Kota Kendari, Selasa (13/5), ia menegaskan bahwa setiap pengaduan yang masuk harus segera ditindaklanjuti di lapangan.

“Laporan mengendap? Tidak ada di era saya,” tegas Totok. “Begitu laporan masuk, anggota wajib turun langsung. Kita tidak melayani dengan duduk diam,” sambungnya.

Ia menekankan bahwa kelambanan dalam menangani laporan sama saja dengan mengkhianati kepercayaan publik.

Totok, yang sebelumnya menjabat sebagai Kanit 3 Subdit II Dittipidter Bareskrim Polri, dikenal sebagai perwira lapangan yang mengutamakan tindakan nyata daripada retorika. Pengalaman internasionalnya, termasuk sebagai Wakasatgas Formed Police Unit (FPU) X UNAMID dalam misi perdamaian PBB di Sudan, turut membentuk karakter kepemimpinannya.

Ia juga pernah menjabat sebagai Wakapolres Pelabuhan Tanjung Priok pada 2023, wilayah strategis yang dikenal padat dan kompleks.

Serah terima jabatan antara AKBP Herman Setiadi selaku Kapolres Butur sebelumnya dan AKBP Totok Budi Sanjoyo berlangsung pada Rabu (9/4) lalu.

AKBP Herman kini menduduki posisi baru sebagai Wakil Direktur Samapta Polda Sultra. Totok datang dengan pendekatan berbeda: cepat, tegas, dan tidak memberi ruang bagi keraguan dalam bertugas.

“Profesionalisme dan kecepatan itu harga mati. Kalau ada anggota yang bekerja lambat, berarti dia belum siap berada di institusi ini,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa Polres Buton Utara harus menjadi institusi yang responsif dan hadir langsung di tengah masyarakat.

“Laporan masyarakat bukan sekadar dokumen, melainkan amanah yang harus segera diselesaikan demi menjaga kepercayaan publik,” pungkasnya.(red)

Artikel ini telah dibaca 364 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Cegah Jemaah Terlantar, DPRD Bombana Desak Kemenhaj Sultra Awasi Travel Nakal

6 Oktober 2026 - 14:53 WITA

Kisah Inspiratif H Muslim, Anggota Polres Kolaka Bangun Masjid dan Ponpes Tahfiz di Kolaka

5 Oktober 2026 - 20:45 WITA

Kecelakaan Maut di Wundulako Kolaka, Karyawan PT SJS Tewas Usai Motor Tabrak Dump Truck

5 Oktober 2026 - 15:30 WITA

Diduga Tabrak Aturan Tata Ruang, Gerai Koperasi Merah Putih di Kasilampe Terancam Dibongkar

5 Oktober 2026 - 13:48 WITA

Rumah Warga di Tinanggea Konsel Terbakar, Motor hingga Dokumen Penting Ikut Hangus

2 Oktober 2026 - 13:23 WITA

Pria 63 Tahun di Muna Hilang, Sudah 2 Hari 3 Malam Belum Pulang

29 September 2026 - 09:24 WITA

Trending di Daerah