KENDARI – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyelenggarakan “Gerakan Pangan Murah” sebagai upaya membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga bahan pokok menjelang bulan Suci Ramadhan 2026. Kegiatan ini merupakan implementasi dari nota kesepahaman (MoU) yang telah terjalin dengan pemerintah pusat.
Wakil Ketua Umum (WKU) Koordinator Bidang Hukum dan HAM Kadin Sultra, M. Azis Syamsuddin, menyatakan bahwa gerakan pangan murah ini selaras dengan arahan pemerintah pusat dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
“Kita menyambut baik gerakan pangan murah ini sebagai implementasi dari MoU yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu. Ini bagian dari upaya menggerakkan ekonomi dan membantu masyarakat, sebagaimana dicanangkan pemerintah,” ujarnya.
Ketua Umum Kadin Sultra, Anton Timbang, menjelaskan bahwa gerakan pangan murah telah menjadi agenda rutin organisasi, terutama saat momentum hari besar keagamaan.
“Hari ini dan besok kita melaksanakan gerakan pangan murah. Ini sudah menjadi kegiatan rutin Kadin Sulawesi Tenggara. Melihat kondisi inflasi saat ini, Kadin turun membantu masyarakat. Kami juga berterima kasih kepada Gubernur atas dukungannya,” ungkapnya.
Kegiatan tahap awal dipusatkan di Kota Kendari selama dua hari, dengan menyiapkan paket sembako termasuk beras sebanyak 3.000 paket per hari. “Untuk paket sembako, masing-masing 3.000 paket per hari selama dua hari pelaksanaan,” ujar Anton Timbang.
Setelah Kendari, kegiatan serupa direncanakan akan berlanjut ke sejumlah daerah lain seperti Kolaka dan Baubau. Kadin Sultra juga membuka peluang kembali menggelar gerakan pangan murah menjelang Idul Fitri di beberapa kabupaten. “Kemungkinan sebelum Idul Fitri kita lakukan lagi di beberapa kabupaten,” terangnya.(red)













