KENDARI – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) memperingati Milad ke-14 pada Selasa, 28 Juli 2026. Pada momentum yang sama, Korps HMI-Wati (KOHATI) Komisariat UMK juga merayakan Milad ke-10.
Kegiatan yang dihadiri puluhan kader dan alumni tersebut berlangsung di Brothers Coffee, Jalan Laode Hadi, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari.
Sejumlah tokoh turut menghadiri kegiatan itu, di antaranya Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) HIPMI Sulawesi Tenggara, Sapril Munandar; Ketua FORHATI Kota Kendari, Elly Anggraeni; Ketua BNN Kota Kendari, Isamuddin; Ketua KNPI Kota Kendari, La Ode Hidayat; Sekretaris JMSI Sulawesi Tenggara, Muh Irvan; serta Ketua Umum HMI Cabang Kendari, Yusril.
Ketua Umum HMI Komisariat UMK, Juraidin, mengatakan HMI merupakan ruang pembentukan karakter dan kepemimpinan kader, bukan sekadar organisasi kemahasiswaan.
“Himpunan Mahasiswa Islam adalah tempat orang-orang berproses untuk menjadi seorang pemimpin. Kepemimpinan itu dibentuk melalui proses, bukan lahir begitu saja,” ujar Juraidin.
Menurutnya, selama 14 tahun berdiri, HMI Komisariat UMK telah melahirkan banyak kader yang mampu bersaing dan memimpin di berbagai organisasi kemahasiswaan. Sejumlah kader bahkan dipercaya menjabat sebagai Presiden Mahasiswa, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), hingga Ketua Umum HMI Cabang Kendari.
“Ada yang menjadi Presiden Mahasiswa, Ketua BEM, dan memimpin organisasi lainnya. Itu menjadi bukti bahwa Komisariat UMK berhasil menjalankan proses kaderisasi,” katanya.
Meski demikian, Juraidin mengakui masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi pekerjaan rumah organisasi, salah satunya terkait keterlambatan regenerasi kepengurusan. Ia menyebut masa kepengurusan yang dipimpinnya telah berlangsung lebih dari tiga tahun, melampaui ketentuan yang diatur dalam konstitusi organisasi.
“Ini menjadi dosa kami sebagai pengurus HMI. Dalam konstitusi, kepengurusan hanya berjalan satu tahun dengan masa transisi tertentu, tetapi kami sudah berjalan lebih dari tiga tahun. Insyaallah akan kami perbaiki pada kepengurusan selanjutnya,” ungkapnya.
Ia berharap momentum Milad ke-14 HMI dan Milad ke-10 KOHATI Komisariat UMK dapat mempererat silaturahmi lintas angkatan sekaligus memperkuat semangat kaderisasi bagi generasi penerus.
Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Kendari, Yusril, yang juga merupakan alumni HMI Komisariat UMK, mengapresiasi kontribusi komisariat tersebut dalam mencetak kader-kader yang berkiprah di berbagai organisasi.
“Komisariat UMK telah berhasil melahirkan kader-kader yang progresif, baik di internal HMI maupun di organisasi mahasiswa lainnya. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir berhasil melahirkan Ketua Umum HMI Cabang Kendari dan Presiden Mahasiswa,” ujarnya.
Yusril juga menyinggung adanya anggapan bahwa HMI Komisariat UMK belum mendapat perhatian yang optimal dari HMI Cabang Kendari. Menurutnya, hal itu menjadi catatan penting yang akan dibenahi selama masa kepemimpinannya.
Ia mengungkapkan, meski telah memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam AD/ART HMI untuk menjadi komisariat penuh, hingga kini HMI Komisariat UMK masih berstatus sebagai komisariat persiapan.
Karena itu, Yusril berjanji akan segera mengagendakan rapat pleno di tingkat pengurus cabang untuk membahas perubahan status HMI Komisariat UMK menjadi komisariat penuh.
“Sebagai anak kandung Komisariat UMK, saya berjanji akan mengupayakan semaksimal mungkin untuk memberikan perhatian terhadap kebutuhan Komisariat UMK,” tegasnya.
Peringatan Milad ke-14 HMI dan Milad ke-10 KOHATI Komisariat UMK tahun ini tidak hanya menjadi seremoni perayaan hari lahir organisasi, tetapi juga menjadi momentum evaluasi terhadap kualitas kaderisasi, regenerasi kepemimpinan, serta penguatan komitmen menjaga eksistensi HMI dan KOHATI sebagai wadah pembinaan intelektual dan kepemimpinan mahasiswa Islam di Kota Kendari.
















