Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 18 Jan 2026 20:40 WITA ·

Ambulance Laut Rusak, Pasien Kritis dari Kabaena Terpaksa Sewa Perahu Minimal Rp5 Juta


 Pasien kritis dari Pulau Kabaena harus sewa perahu kayu untuk menyebrang laut menuju Kasipute Bombana. Foto: Istimewa
Perbesar

Pasien kritis dari Pulau Kabaena harus sewa perahu kayu untuk menyebrang laut menuju Kasipute Bombana. Foto: Istimewa

BOMBANA – Masyarakat Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mangalami permasalahan serius lantaran ketersediaan fasilitas kesehatan yang tidak memadai di daerah tersebut.

Yang lebih memprihatinkan, pasien kritis yang dirujuk dari puskesmas di Pulau Kabaena ke Rumah Sakit (RS) Tanduale Bombana harus melewati penyebrangan laut menggunakan perahu seadanya.

Dalam video yang diunggah oleh Sahrul (46), Warga Desa Pongkalaero, Kecamatan Kabaena Selatan, melalui akun faceboknya memperlihatkan detik-detik perahu kayu sandar di Dermaga Pelabuhan Kasipute.

Perahu tersebut tampak memuat pasien wanita yang dirujuk dari puskesmas Kabaena Barat. Didampingi oleh pihak kelurga, pasien tampak terbaring lemas di atas perahu.

Saat dikonfirmasi penafaktual. Com pada Minggu, 18 Januari 2026, Sahrul mengatakan peristiwa memprihatinkan itu terjadi pada Sabtu, 17 Januari 2026 kemarin.

Ia menambahkan bahwa pada hari yang sama terdapat 2 pasien yang dirujuk menggunakan perahu yang disewa oleh keluarga dan satu pasien menggunakan kapal penumpang.

“Kemarin (Sabtu) itu sebenarnya ada 3 pasien yang dirujuk dari Kabaena, pagi anak-anak dari Kabaena Utara, kemudian yang tiba sore (pasien) perempuan yang kejang-kejang yang lagi hamil tibanya sore pakai bodi (perahu kayu) dan ada juga menggunakan kapal reguler,” kata Sahrul kepada penafaktual.com melalui sambungan telepon Minggu sore.

Biaya yang dikeluarkan oleh kelurga pasien untuk menyewa perahu tidak lah sedikit. Harga sewa paling murah senilai Rp 5 juta dalam satu kali perjalanan.

“Yang star dari Dongkala (Kabaena Timur) itu Rp 3-5 juta untuk perahu bodi itu paling murah,” kata Sahrul.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana sebetulnya telah menyediakan satu unit spit bot yang gunakan sebagai ambulance laut. Namun, selama 2 bulan terakhir speed bot tersebut tidak beroperasi karena mengalami kerusakan.

“Ada speed nya, tapi tidak tau tidak sampai tahunan sudah rusak. Pemerintah itu hanya mengadakan tapi merawat itu tidak,” kata Sahrul.

Menurut Sahrul peristiwa ini merupakan pertanda tidak adanya keseriusan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bombana dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terutama pada transportasi kesehatan jalur laut.

“Intinya memang tidak ada keseriusan pada pemenuhan layanan dasar itu. Kebanyakan yang dibangun hanya didarat saja seperti di rumah sakit atau di puskesmas tapi transportasi antar pulau seperti itu tidak serius memperhatikan,” kata Sahrul.

Pemda Kabupaten Bombana diminta untuk segera mengadakan ambulance laut guna memudahkan akses pasien saat dirujuk.

“Pengadaan ambulance laut yang standby di Pulau Kabaena di titik yang sangat strategis, kemudian kesejahteraan operator harus diperhatikan supaya tidak ada alasan ketika dia dibutuhkan,” pintah Sahrul.

Dikonfirmasi terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana, Darwin Ismail mengatakan bahwa speed bot ambulance laut sebelumnya disediakan saat ini mengalami kerusakan parah.

“Rusak sekitar dua bulan lalu, kita keliling cari alatnya di Kendari tidak ada, kecuali kita pesan,” ujar Darwin kepada penafaktual.com melalui telepon Whatsapp.

Meski begitu, Darwin berjanji speed bot ambulance laut akan segera beroperasi kembali paling lambat satu minggu kedepan.

“Kita tunggu, satu minggu kedepan ini, alatnya sudah datang dari Makassar ada anggota saya utus tadi berangkat untuk beli alat itu,” katanya. (lin)

Artikel ini telah dibaca 120 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Pemda Bombana Batalkan Pengadaan Ambulance Laut: Pasien Kritis dari Kabaena Terpaksa Sewa Parahu Rp5 Juta

19 Januari 2026 - 09:08 WITA

Kaya SDA, Miskin Fasilitas Kesehatan: Pemda Bombana Hanya Setengah Hati Urus Kabaena?

18 Januari 2026 - 22:53 WITA

LBH HAMI Sultra Perkuat Komitmen Advokasi Hukum bagi Masyarakat

18 Januari 2026 - 21:16 WITA

Viral! Penumpang Keluhkan Tak Ada Grab di Bandara Halu Oleo, Lanud: Tidak Diperbolehkan

18 Januari 2026 - 08:14 WITA

IMI Sultra dan BNN Kota Kendari Bersinergi Lakukan Tes Urine

17 Januari 2026 - 20:50 WITA

Polisi Ungkap Hasil Visum Lansia yang Ditemukan Tewas di Kendari, Penyebab Masih Misteri

17 Januari 2026 - 20:06 WITA

Trending di Daerah