Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Politik · 17 Sep 2024 11:17 WITA ·

AJP-ASLI Punya Konsep Tingkatkan PAD Kota Kendari


 AJP-ASLI Punya Konsep Tingkatkan PAD Kota Kendari Perbesar

PENAFAKTUAL.COM, KENDARI – Aksan Jaya Putra-Andi Sulolipu (AJP-ASLI) kembali melaksanakan sosialisasi di Kelurahan Bende Kecamatan Kadia, dan Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin, 16 September 2024 malam.

Sosialisasi yang digelar Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Wali Kota Kendari ini, tujuannya untuk bertemu masyarakat, dan sekaligus menyampaikan visi misi mereka guna meyakinkan pemilih.

Andi Sulolipu saat menyampaikan orasi politiknya dihadapan ratusan masyarakat Kelurahan Mandonga dan Bende bahwa ia dan AJP tidak membawa kepentingan kelompok maupun keluarga, melainkan kepentingan masyarakat.

Buktinya dapat dilihat, lanjut dia menyebut AJP adalah seorang anggota legislatif yang kembali terpilih di Pileg Februari 2024 lalu, namun karena AJP memiliki niat membangun Kota Kendari, ia rela melepaskan jabatan itu dan bertarung di Pemilihan Wali (Pilwali) Kota Kendari.

Sebab, jabatan legislatif tidak cukup untuk membawa kepentingan orang banyak, karena kebijakan terbatas. Beda halnya, ketika sudah menjadi kepala daerah, tentu semua kepentingan masyarakat dapat terakomodir.

“Saya dengan Pak AJP sudah selesai dengan diri kami masing-masing. Tidak ada beban, sehingga kedepan ketika kami diamanahkan masyarakat memimpin Kota Kendari, tentu yang namanya intervensi politik kami pastikan tidak akan ada,” ujar Andi Sulolipu.

Eks Anggota DPRD Kota Kendari periode 2019-2024 kembali menegaskan, bahwa mereka adalah pasangan yang paling paham persoalan di Kota Kendari. Dimana, masalah paling esensial yang dihadapi Kota Kendari adalah defisit anggaran.

Hal tersebut disebabkan menumpuknya utang daerah. Tentu ini membuktikan, ketidakpiawaian kepala daerah sebelumnya, ditambah minimnya pengetahuan mengelola pemerintahan.

“Kota Kendari setiap tahunnya mengalami defisit anggaran, itu karena banyak utang pemerintah yang kemudian dibebankan ke masyarakat. Kenapa demikian? karena tidak cakapnya kepala daerah mengelola daerah,” cetusnya.

Menyambung pernyataan Andi Sulolipu, AJP mengungkapkan, Kota Kendari hari ini perlu berbenah secara menyeluruh, baik dari sistem pemerintahan maupun dalam pengelolaan keuangan daerah.

Mengingat Kota Kendari dalam beberapa tahun belakangan, anggaran selalu defisit, solusinya yakni bagaimana menambah pundi-pundi pendapatan asli daerah (PAD), guna menutupi kekurangan anggaran.

“Saya dan Andi Sulolipu sudah membuat konsepnya, bagaimana PAD Kota Kendari bisa meningkat,” katanya.

Dijelaskannya, salah satu kebijakan yang meraka buat nantinya, dan berpotensi mendulang PAD, yaitu tata kelola parkir elektonik. Jadi setiap hotel, rumah makan, tempat hiburan, dan lain-lain akan dibuatkan parkir elektronik, dan dikelola langsung oleh perusahaan daerah.

Hal ini dilakukan, lanjut AJP tentu tidak lain untuk memaksimalkan PAD, sehingga tak ada lagi penagihan jasa parkir secara langsung, tetapi semua dilakukan dengan sistem pembayaran elektronik.

“Ini salah satu contoh untuk bagaimana kita maksimalkan potensi PAD dengan by elektronik money, tidak lagi penagihan secara sendiri, ini juga untuk menjaga pemasukan daerah kita bisa maksimal, dan menghindari kebocoran. Sehingga bisa membiayai semua program yang kita canangkan,” jelas politisi Partai Golkar ini.

Dia menambahkan, mengapa dirinya memilih masalah parkir dikelola oleh perusahaan daerah nantinya, sebab potensi kebocoran PAD dari pemasukan parkir tersebut, kecil kemungkinan terjadi.

Pasalnya, perusahaan daerah akan diawasi, dan diperiksa atau diaudit secara berlapis baik dari akuntan publik maupun badan pemeriksaan keuangan (BPK).

“Soal mereka yang selama ini jadi tukang parkir, nanti direkrut oleh perusahaan daerah juga, jadi kita tidak membuat kebijakan yang menghilangkan pekerjaan masyarakat. Justru ini akan tertata dengan baik,” tukasnya.(hsn)

Artikel ini telah dibaca 49 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Pimpin PAN Muna, Ringan Jhon Target 4 Kursi di Pileg 2029

12 Maret 2026 - 20:06 WITA

Golkar Sultra Dukung Polri Tetap di Bawah Presiden, Darwin: Sesuai Amanat Konstitusi

28 Januari 2026 - 15:33 WITA

PT Tiran Nusantara Grup dan RS Bhayangkara Kendari Jalin Kerja Sama Kesehatan

21 Januari 2026 - 13:08 WITA

Partai Golkar Sultra Perkuat Mesin Politik, Musda DPD II Dimulai

17 Januari 2026 - 17:12 WITA

La Ode Muh Inarto Terpilih Lagi Jadi Ketua DPD II Golkar Kota Kendari

17 Januari 2026 - 15:02 WITA

Kembalikan Formulir Pendaftaran, LM Inarto Siap Pimpin Golkar Kendari Lagi

15 Januari 2026 - 22:18 WITA

Trending di Politik