Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Edukasi · 7 Des 2022 23:34 WITA ·

Dosen PGSD UHO Beri Pelatihan Model Pembelajaran Case Study dan Team Based Project Bagi Guru SD


 Dosen PGSD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo Kendari memberi pelatihan model pembelajaran di SD Negeri 100 Kendari. (Foto: Istimewa)  Perbesar

Dosen PGSD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo Kendari memberi pelatihan model pembelajaran di SD Negeri 100 Kendari. (Foto: Istimewa)

PENAFAKTUAL.COM, KENDARI – Melalui, program kemitraan masyarakat internal FKIP (PKMI-FKIP), Dosen Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari menggelar pelatihan model pembelajaran case study dan team based project bagi guru sekolah dasar (SD) di SD Negeri 100 Kendari. Kegiatan ini digelar pada Rabu 23 November  2022 lalu dan diikuti oleh guru-guru SD Negeri 100 Kendari.

Dosen yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Dr. Izlan Sentryo, M.Pd., Prof. Dr. I Ketut Suardika, S.Pd., M.Si., Dr. La Ili, M.Pd., Dr. Muh. Abbas, M.Si., La Ode Safiun Arihi, S.Pd., M.Pd., Facharuddin Mustari, S.Pd., M.Pd., Wa Ode Lidya Arisanti, S.Pd., M.Pd., Hikmawati, S.Pd., M.Pd., Iman Ashari, S.Pd., M.Pd., dan Alimulya Rende, S.Pd., M.Pd.

Ketua tim kegiatan, Dr. Izlan Sentryo, M.Pd., mengatakan bahwa saat ini masih banyak guru SD yang belum mengenal dan belum pernah merancang model pembelajaran case study dan team based project serta masih banyak guru yang belum pernah melaksanakan pembelajaran case study dan team based project.

”Hasil yang ingin dicapai dalam pelatihan ini adalah guru dapat menambah pengetahuan terkait model pembelajaran case study dan team based project serta guru memiliki keterampilan dapat mendesain Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai model pembelajaran case study dan team based project”, jelas Dr Izlan Sentryo kepada media ini, Rabu, 7 Desember 2022.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa ada beberapa tahapan yang dilakukan dalam pelatihan ini. Pertama, memperkenalkan model pembelajaran. Pada tahapan ini, tim pengabdi memperkenalkan kepada peserta pengertian model pembelajaran case study dan team based project.

Kedua, memperkenalkan desain model pembelajaran. Pada tahapan ini tim pengabdi memperkenalkan model pembelajaran case study dan team based project sesuai dengan kompetensi dasar. Setelah peserta mengenali dengan baik model pembelajaran case study dan team based project, dilanjutkan dengan kegiatan mendesain RPP sesuai model pembelajaran.

Ketiga, melatih dan mendampingi peserta meningkatkan desain model pembelajaran. Pada tahapan ini, tim pengabdi melatih dan mendampingi peserta untuk mendesain model pembelajaran.

Kempat, melatih dan mendampingi peserta meningkatkan kualitas RPP yang menggunakan model pembelajaran. Pada tahapan ini, tim pengabdi melatih dan mendampingi peserta memilih model yang sesuai dengan kompetensi dasar. Dan yang kelima adalah melatih dan mendampingi peserta menerapkan model pembelajaran inovatif yang telah didesain.

Menurut Dr. Izlan Sentryo, hasil pelatihan model pembelajaran case study dan team based project menunjukkan antusias dari para guru SD dalam mengikuti seluruh kegiatan pelatihan, baik dalam pemberian materi, tanya jawab serta diskusi dengan narasumber. Pada kegiatan penutupan, narasumber memberikan penguatan kepada peserta pelatihan terkait model pembelajaran.

Olehnya itu, melalui pelatihan ini guru-guru SD di Kota Kendari khususnya guru di SD Negeri 100  Kendari diharapkan dapat menambah wawasan pengetahuan dan informasi terkait model pembelajaran case study dan team based project.

”Sehingga guru dapat mengembangkan profesionalisme sebagai tenaga pendidik”, tutupnya.

Penulis: Husain

Artikel ini telah dibaca 410 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

SPMB Mulai 29 Juni: Disdikbud Bombana Siapkan Aplikasi dan Posko Aduan

12 Mei 2026 - 16:34 WITA

Catat! Pendaftaran di SMKN 4 Buton Utara 22-27 Juni 2026, Ini Syarat dan Jurusannya

9 Mei 2026 - 16:35 WITA

SPMB 2026/2027: SMKS Permata Bangsa Raha Tawarkan 5 Jurusan Berbasis Kebutuhan Industri

6 Mei 2026 - 11:08 WITA

JMSI: Media Siber Jadi “Ruang Belajar Kedua” Percepat Kemajuan Pendidikan Nasional

3 Mei 2026 - 19:38 WITA

Bacakan Pidato Menteri, Kepala SMAN 12 Kendari Paparkan 5 Jurus Pendidikan

2 Mei 2026 - 11:37 WITA

Rasmin Jaya Luncurkan Buku, Ajak Mahasiswa Kuatkan Literasi

26 April 2026 - 19:16 WITA

Trending di Edukasi