KENDARI – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional 2026, keluarga besar SMA Negeri 12 Kendari menggelar upacara bendera di halaman sekolah, Sabtu, 2 Mei 2026 pagi. Kegiatan diikuti oleh Kepala SMAN 12 Kendari, dewan guru, staf tata usaha, serta perwakilan siswa.
Upacara berlangsung khidmat sejak pukul 07.30 WITA. Meski bertepatan dengan hari libur, antusiasme warga sekolah tetap tinggi. Para peserta upacara mengenakan pakaian adat dan seragam lengkap sebagai bentuk penghormatan terhadap momentum pendidikan nasional.
Apresiasi dan Nilai Tambahan untuk Siswa
Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala SMAN 12 Kendari Sudarso, S.Pd., M.Pd. menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru dan siswa yang hadir.
“Terima kasih kepada bapak-ibu guru dan anak-anakku sekalian yang telah meluangkan waktu pada hari libur ini untuk bersama-sama memperingati Hardiknas. Ini bukti komitmen kita pada pendidikan,” ujar Sudarso dalam amanatnya.
Lebih lanjut, ia menginstruksikan kepada wali kelas dan guru bidang studi agar memberikan penilaian khusus berupa nilai tambahan karakter bagi siswa yang mengikuti upacara.

Para guru SMAN 12 Kendari
“Kepada bapak-ibu guru wali kelas dan guru bidang studi, tolong dicatat murid kita yang hadir hari ini agar diberikan penilaian tambahan. Keikutsertaan dalam upacara Hardiknas merupakan wujud nyata dari penguatan karakter disiplin, tanggung jawab, dan cinta tanah air,” tegasnya.
Bacakan Pidato Mendikdasmen: 5 Kebijakan Strategis Pendidikan
Pada kesempatan tersebut, Sudarso membacakan Naskah Pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia , Abdul Mu’ti dalam rangka Upacara Bendera Hardiknas 2 Mei 2026.
Mengusung semangat refleksi dan transformasi, Mendikdasmen menekankan bahwa pendidikan pada hakikatnya adalah proses memanusiakan manusia dengan sistem among: asah, asih, dan asuh, sebagaimana digagas Ki Hajar Dewantara.
Sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, pendidikan diarahkan untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan tangguh menuju Indonesia maju, makmur, dan bermartabat.
Untuk mewujudkan Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning, Kemendikdasmen menetapkan lima kebijakan strategis:
- Pembangunan, Revitalisasi, dan Digitalisasi Pembelajaran
Tahun 2025, program revitalisasi menyasar 16.167 satuan pendidikan. Digitalisasi dilakukan melalui distribusi papan interaktif digital ke lebih dari 288.000 sekolah agar tercipta lingkungan belajar yang nyaman dan memadai.
- Peningkatan Kualifikasi, Kompetensi, dan Kesejahteraan Guru
Pemerintah menyediakan beasiswa Rp3.000.000 per semester bagi guru belum S1 melalui program RPL. Tahun 2025 dialokasikan untuk 12.500 guru dan 2026 untuk 150.000 guru. Guru juga mendapat pelatihan Pembelajaran Mendalam, Koding, AI, serta tunjangan sertifikasi yang ditransfer langsung setiap bulan.
- Penguatan Karakter melalui Budaya Sekolah ASRI
Sekolah didorong menjadi rumah kedua yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Program meliputi Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Makan Bergizi Gratis, Pagi Ceria, Pramuka, serta peluncuran album lagu anak untuk menanamkan nilai toleransi dan gotong royong.
- Peningkatan Mutu melalui Literasi, Numerasi, STEM, dan TKA
Tes Kemampuan Akademik menjadi alat evaluasi mutu pendidikan sekaligus pertimbangan melanjutkan studi. Lomba olahraga dan seni juga digalakkan untuk mengembangkan bakat dan jiwa kesatria.
- Perluasan Akses Pendidikan yang Inklusif dan Fleksibel
Layanan dibuka lewat sekolah satu atap, PJJ, sekolah terbuka, dan penguatan sekolah inklusi bagi anak berkebutuhan khusus yang terkendala ekonomi, domisili, atau faktor lain.
Kolaborasi 4 Pusat Pendidikan
Dalam pidatonya, Mendikdasmen menegaskan bahwa selama 18 bulan terakhir Kemendikdasmen telah meletakkan fondasi ‘pendidikan bermutu untuk semua’ dengan mengintegrasikan empat pusat pendidikan: sekolah, keluarga, masyarakat, dan media.
“Berbagai kebijakan tidak akan terlaksana tanpa tiga M: Mindset yang maju, Mental yang kuat, dan Misi yang lurus,” kutip Sudarso dari pidato menteri.
Penutup
Mengakhiri upacara, Sudarso mengajak seluruh warga SMAN 12 Kendari memperkuat kolaborasi demi mewujudkan ekosistem pendidikan yang harmonis.
“Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. Mari kita jadikan momen ini untuk terus bergerak bersama memajukan pendidikan, dimulai dari kelas kita, dari sekolah kita, untuk Indonesia yang cerdas dan bermartabat,” tutupnya.
Upacara diakhiri dengan doa dan foto bersama seluruh peserta.(red)
















