Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

News · 17 Sep 2026 08:30 WITA ·

Terungkap! Karyawati Rumah Makan di Konsel Tewas Diduga Dibunuh, Pelaku Sakit Hati Lamarannya Ditolak


 Seorang karyawati rumah makan di Konsel inisial DY yang ditemukan meninggal dunia di perkebunan warga diduga korban pembunuhan oleh pria inisial JE (30). Foto: Istimewa Perbesar

Seorang karyawati rumah makan di Konsel inisial DY yang ditemukan meninggal dunia di perkebunan warga diduga korban pembunuhan oleh pria inisial JE (30). Foto: Istimewa

KONAWE SELATAN – Misteri kematian seorang karyawati rumah makan berinisial DY (22) di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, akhirnya terungkap. Polisi menangkap seorang pria berinisial JE (30) yang diduga terlibat dalam kasus penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

DY sebelumnya ditemukan tak bernyawa dengan kondisi mulut tersumbat kain di area perkebunan warga, Desa Roraya, Kecamatan Tinanggea, Rabu, 16 September 2026 pagi.

Kasi Humas Polres Konsel, Iptu Komang Budayana, mengatakan, terduga pelaku diamankan oleh Tim URC Alpha Polres Konawe Selatan bersama personel Polsek Tinanggea pada Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 22.30 Wita.

“Kurang dari 24 jam setelah menerima laporan, polisi mengamankan seorang pria berinisial J (30) yang diduga terlibat dalam kasus penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” kata Iptu Komang, Kamis 17 September 2026.

Diduga Dipicu Persoalan Hubungan Pribadi

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menduga kasus tersebut berkaitan dengan persoalan hubungan pribadi antara korban dan terduga pelaku.

Iptu Komang mengungkapkan, terduga pelaku diduga sakit hati setelah lamarannya ditolak oleh keluarga korban.

“Terduga pelaku diduga merasa sakit hati setelah lamarannya ditolak oleh keluarga korban,” ujarnya.

Selain persoalan penolakan lamaran, kecemburuan juga diduga menjadi salah satu pemicu. Terduga pelaku disebut melihat korban sedang berkomunikasi dengan pria lain melalui telepon seluler.

Meski demikian, penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengungkap secara menyeluruh motif dan rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Polisi Amankan Sejumlah Barang Bukti

Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan perkara.

Barang bukti tersebut meliputi satu unit sepeda motor Yamaha Mio tanpa nomor polisi, pakaian, dan satu unit telepon seluler merek Vivo.

Sementara itu, sejumlah barang lain yang diduga berkaitan dengan perkara masih dalam pencarian. Penyidik juga terus melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap kasus tersebut.

Saat ini, JE beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Konsel untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Korban Ditemukan dengan Mulut Tersumbat Kain

Sebelumnya, DY ditemukan meninggal dunia di area perkebunan warga di Desa Roraya, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, pada Rabu (16/9/2026) pagi.

Saat ditemukan, mulut korban dalam kondisi tersumbat kain celana. Selain itu, terdapat tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti pihak kepolisian melalui serangkaian penyelidikan hingga akhirnya mengamankan JE yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Polisi masih mendalami perkara untuk memastikan rangkaian kejadian serta peran terduga pelaku dalam kematian DY. (lin)

Artikel ini telah dibaca 48 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Kadin Sultra Dorong Pengusaha Melek Perbankan, Ekosistem Bisnis Dibangun Berkelanjutan

17 September 2026 - 13:44 WITA

Peringati Harhubnas ke-55, KUPP Lapuko Gelar Bersih Pantai dan Tanam Mangrove di Moramo Konsel 

17 September 2026 - 13:39 WITA

Polisi Tetapkan 4 Tersangka Kasus Aborsi di Kendari, Libatkan Bidan dan Sepasang Mahasiswa

17 September 2026 - 12:21 WITA

Antrean BBM di Kendari Disorot, GEKRAFS Dorong Pertamina Tambah Pasokan

17 September 2026 - 10:29 WITA

Definisi Fakir Miskin dalam Penyaluran Bansos Dinilai Belum Jelas, Akademisi UM Kendari Minta Revisi Regulasi

16 September 2026 - 18:37 WITA

Karyawati Rumah Makan di Konsel Ditemukan Tewas, Mulut Tersumbat Kain

16 September 2026 - 17:18 WITA

Trending di News