BUTON UTARA – Kelompok Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP) Teluk Kulisusu melakukan kegiatan pengawasan wilayah perairan pada Minggu, 30 Agustus 2026. Menggunakan perahu, para anggota menyusuri Teluk Kulisusu untuk memastikan pemanfaatan sumber daya perikanan dilakukan secara berkelanjutan dan sesuai kesepakatan pengelolaan kawasan.
Ketua Kelompok PAAP Teluk Kulisusu, Ahmad Purkon, menyampaikan bahwa pengawasan tersebut tidak hanya sekadar patroli di laut.
Dalam kegiatan pengawasan, anggota PAAP mengamati kondisi perairan, aktivitas nelayan, jenis alat tangkap yang digunakan, serta hal-hal yang berpotensi mengganggu kelestarian sumber daya laut.

PAAP Teluk Kulisusu melakukan kegiatan pengawasan wilayah perairan
Informasi yang dikumpulkan dari lapangan ini selanjutnya menjadi bahan evaluasi bagi kelompok untuk memahami lokasi penangkapan, aktivitas alat tangkap, dan kondisi sumber daya perikanan di wilayah kelola.
“Pengawasan ini bertujuan memastikan aktivitas pemanfaatan sumber daya perikanan tetap dilakukan secara ramah lingkungan dan sesuai dengan kesepakatan pengelolaan kawasan,” jelas Ahmad Purkon.
Berbeda dengan pengawasan yang bersifat represif, anggota PAAP mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif kepada masyarakat nelayan. Apabila ditemukan aktivitas yang perlu diperhatikan, anggota tidak langsung melakukan penindakan, melainkan melakukan komunikasi dan memberikan pemahaman.
“Pendekatan seperti ini penting agar pengawasan tidak dipandang sebagai tindakan untuk mencari kesalahan, tetapi sebagai upaya bersama menjaga laut sebagai sumber kehidupan masyarakat,” ujar Ahmad Purkon.

PAAP Teluk Kulisusu melakukan kegiatan pengawasan wilayah perairan
Bagi anggota PAAP, laut bukan hanya tempat mencari ikan, tetapi juga ruang kehidupan yang harus dijaga bersama. Pengawasan yang dilakukan merupakan bentuk tanggung jawab masyarakat pesisir terhadap keberlanjutan sumber daya perikanan.
Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga wilayah pesisirnya sendiri. Program penguatan pengawasan PAAP memang diarahkan untuk membangun divisi pengawasan berbasis masyarakat di kawasan PAAP.
Ahmad Purkon menambahkan, pengawasan Kelompok PAAP Teluk Kulisusu akhirnya menjadi lebih dari sekadar kegiatan di atas perahu. Ia merupakan bentuk kepedulian, kebersamaan, dan komitmen para nelayan untuk menjaga laut agar tetap memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat hari ini dan generasi mendatang.
“Dari Teluk Kulisusu, kami belajar bahwa menjaga laut tidak cukup hanya dengan aturan. Laut akan tetap lestari ketika masyarakat ikut mengawasi, peduli, dan bersama-sama menjaganya,” tutupnya.(red)

















