Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

News · 14 Agu 2026 11:27 WITA ·

Debu hingga Ancaman Kebakaran Mengintai, Warga Kandai Tolak Bongkar Muat Cangkang Sawit di Pelabuhan Kendari


 Aktivitas bongkar muat cangkang sawit di Pelabuhan Nusantara Kendari diprotes warga sekitar. Foto: Istimewa Perbesar

Aktivitas bongkar muat cangkang sawit di Pelabuhan Nusantara Kendari diprotes warga sekitar. Foto: Istimewa

KENDARI – Aktivitas bongkar muat cangkang sawit menggunakan kapal tongkang di Pelabuhan Nusantara Kendari, Kelurahan Kandai, Kecamatan Kendari, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), dikeluhkan warga sekitar.

Aktivitas tersebut disebut menimbulkan debu dan suara bising yang mengganggu kenyamanan masyarakat. Kekhawatiran warga juga meningkat karena cangkang sawit merupakan material yang mudah terbakar.

Penolakan terhadap aktivitas tersebut disampaikan sejumlah warga dengan menggelar aksi unjuk rasa di kawasan pelabuhan pada Sabtu, 8 Agustus 2026.

Salah seorang warga berinisial R meminta pemerintah dan pihak berwenang menghentikan aktivitas bongkar muat cangkang sawit di kawasan tersebut.

“Kami meminta agar jangan ada lagi aktivitas bongkar muat cangkang di area ini (pelabuhan) karena sangat mengganggu dan rawan, karena ini gampang terbakar,” kata R, Jumat, 14 Agustus 2026.

Menurutnya, kekhawatiran warga semakin besar karena aktivitas tersebut berlangsung di tengah musim kemarau dan lokasi pelabuhan berada tidak jauh dari fasilitas Pertamina.

“Ini musim kemarau, ditambah berhadapan dengan Pertamina. Kami sangat waswas selama adanya kegiatan bongkar muat cangkang tersebut,” ujarnya.

Selain risiko kebakaran, warga juga mengeluhkan debu yang ditimbulkan dari aktivitas bongkar muat. Mereka khawatir paparan debu tersebut berdampak terhadap kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar pelabuhan.

“Siapa yang mau bertanggung jawab kalau kami sakit atau kena asma akibat dampak dari debu cangkang?” katanya.

Warga meminta Pemerintah Kota Kendari dan Pemerintah Provinsi Sultra menindaklanjuti keluhan tersebut serta mengevaluasi aktivitas bongkar muat cangkang sawit di kawasan Pelabuhan Nusantara Kendari.

“Kami meminta pemerintah terkait menanggapi keluhan kami yang sangat mengganggu dan membahayakan kenyamanan kami,” ungkapnya.

R juga mendesak pemerintah tidak memberikan izin terhadap aktivitas bongkar muat cangkang sawit apabila dinilai berpotensi mengganggu keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

“Kami juga mendesak pemerintah terkait agar tidak memberikan izin kegiatan ini,” tegasnya.

Warga menegaskan akan kembali melakukan aksi apabila tuntutan mereka tidak mendapat respons dari pemerintah. Bahkan, mereka mengancam akan menutup akses jalur bongkar muat cangkang sawit di kawasan pelabuhan.

“Kami sendiri akan turun ke jalan menutup jalur bongkar muat cangkang. Jadi kami mohon kepada pemerintah agar menutup dan tidak lagi memberi izin kegiatan tersebut,” pungkas R. (lin)

Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Bank Sultra Bidik Peran sebagai Mesin Penggerak Ekonomi UMKM di Sultra

13 Agustus 2026 - 12:11 WITA

Mahasiswi di Kendari Hilang Usai Izin Ambil Ijazah, Nomor HP Mendadak Tak Aktif

12 Agustus 2026 - 16:26 WITA

BBM Eceran di Muna Tembus Rp20 Ribu, Presma UMK Desak Pemkab Bertindak

12 Agustus 2026 - 14:09 WITA

2.185 Narapidana di Sultra Diusulkan Dapat Remisi HUT ke-81 RI, 17 Orang Langsung Bebas

12 Agustus 2026 - 12:38 WITA

PN Kendari Nyatakan Gugatan Tak Dapat Diterima, Warga Tunggala Dalam Bersyukur

12 Agustus 2026 - 08:29 WITA

Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan PT PPBB, PJ Sultra Minta DPRD Kendari Gelar RDP

11 Agustus 2026 - 17:44 WITA

Trending di News