Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 23 Jun 2026 16:14 WITA ·

Demo BEM UMK di DPRD Sultra Ricuh, Mahasiswa Saling Dorong dengan Satpol PP 


 Sejumlah massa BEM UMK saling dorong dengan petugas Satpol PP saat demo di DPRD Sultra. Foto: Penafaktual.com Perbesar

Sejumlah massa BEM UMK saling dorong dengan petugas Satpol PP saat demo di DPRD Sultra. Foto: Penafaktual.com

KENDARI – Aksi unjuk rasa yang digelar ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) di depan Kantor DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa, 23 Juni 2026 sore, sempat berlangsung ricuh.

Pantauan penafaktual.com di lokasi, sekitar pukul 15.00 Wita, terjadi aksi saling dorong antara massa aksi dengan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang melakukan pengamanan.

Kericuhan diduga dipicu saat massa berupaya membakar ban bekas sebagai bagian dari perangkat aksi. Namun, upaya tersebut dicegah oleh petugas dengan alasan keamanan.

Penolakan itu memicu ketegangan setelah ban bekas yang telah disiapkan mahasiswa diamankan petugas. Sejumlah peserta aksi kemudian meluapkan protes hingga terjadi dorong-dorongan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, seorang mahasiswa bernama Salim dilaporkan mengalami luka gores di bagian pipi kiri usai terlibat gesekan saat kericuhan berlangsung.

Di tengah situasi yang memanas, Ketua BEM UMK, Ruslan, berupaya menenangkan massa dan meminta peserta aksi tidak terpancing emosi.

“Teman-teman jangan terprovokasi. Kita mundur dulu,” ujar Ruslan melalui pengeras suara.

Dalam aksi tersebut, BEM UMK menyampaikan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah yang dinilai belum berpihak kepada masyarakat.

Mahasiswa membawa 10 tuntutan, di antaranya pengawasan distribusi BBM bersubsidi, penolakan pengalihan anggaran pendidikan dan kesehatan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain itu, mereka juga meminta agar dilakukan evaluasi terhadap aktivitas pertambangan di Sultra, transparansi anggaran daerah, percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset, hingga jaminan hak tenaga pendidik dan pengelolaan dana beasiswa yang dinilai harus lebih terbuka dan tepat sasaran.

Hingga pukul 15.20 Wita, belum tampak satu pun perwakilan anggota DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) yang menemui massa aksi untuk berdialog. (lin)

Artikel ini telah dibaca 46 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Polres Muna Ukir Prestasi Pengelolaan Anggaran, Sabet Tiga Penghargaan KPPN

14 Agustus 2026 - 15:39 WITA

Dinilai Cacat Prosedur, Warga Lasalepa Desak Batalkan Sertifikat Tanah Milik Pemda Muna

13 Agustus 2026 - 13:05 WITA

Aktivitas PT WIN Terhenti, Omzet Pedagang di Torobulu Anjlok dan Warga Kesulitan Penuhi Kebutuhan

12 Agustus 2026 - 23:17 WITA

Bawa Jenazah dari Kolaka, Ambulans Tabrak Avanza hingga Terperosok ke Jurang di Lambuya Konawe

12 Agustus 2026 - 15:34 WITA

Bupati Muna Barat Apresiasi Buku “Transformasi dan Wacana di Era Disrupsi”

11 Agustus 2026 - 14:41 WITA

Danlanud Haluoleo Hadiri Upacara Peringatan Hari Veteran Nasional 2026

11 Agustus 2026 - 06:51 WITA

Trending di Daerah