KENDARI – Genangan lumpur yang dulu menyulitkan jemaah Masjid Nurul Jihad kini perlahan sirna. Halaman masjid di Kecamatan Laeya, Konawe Selatan, itu mulai ditinggikan berkat bantuan 200 ret material timbunan dari PT Wijaya Inti Nusantara (WIN).
Bagi warga Dusun 4 Lorong Bajo, bantuan tersebut menjawab kebutuhan mendesak. Selama ini, halaman masjid kerap becek dan tergenang setiap hujan turun, mengganggu salat berjemaah hingga pengajian anak-anak.
Jemaah Lega, Akses ke Masjid Lebih Mudah
Bantuan PT WIN difokuskan untuk pemerataan dan peninggian halaman masjid yang sebelumnya berlumpur. Warga pun menyambut positif.
“Selama ini jemaah cukup kesulitan kalau hujan turun karena halaman masjid tergenang dan becek. Dengan adanya timbunan ini, akses masyarakat menjadi jauh lebih baik,” kata Imam Masjid Nurul Jihad, Andi Karim, Jumat, 22 Mei 2026.
Andi berharap dukungan tidak berhenti di penimbunan. Ia memimpikan halaman masjid bisa segera dicor agar lebih bersih dan nyaman. “Kalau nantinya halaman sudah dicor, tentu masyarakat akan jauh lebih nyaman saat beribadah maupun saat kegiatan keagamaan lainnya,” ujarnya.
Warga: Drainase Juga Perlu Dibenahi
Senada, warga setempat bernama Iman mengapresiasi bantuan tersebut. Namun ia juga mengusulkan perbaikan lanjutan pada saluran air. Sebab, drainase yang belum memadai jadi penyebab utama genangan saat hujan deras.
“Drainase di sekitar masjid memang perlu dibenahi supaya air tidak lagi menggenang. Mudah-mudahan ke depan bisa ikut diperhatikan,” tutur Iman.
PT WIN: Komitmen Bantu Fasilitas Sosial
Humas PT WIN, Kasman, menyebut bantuan 200 ret timbunan ini bagian dari komitmen perusahaan mendukung fasilitas sosial dan keagamaan di wilayah operasional.
“Perusahaan tidak hanya fokus pada aktivitas usaha, tetapi juga ingin hadir membantu kebutuhan masyarakat, khususnya fasilitas umum dan tempat ibadah yang digunakan bersama,” kata Kasman.
Ia menilai antusiasme warga menjaga semangat gotong royong patut diapresiasi. “Kami melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi. Ini menunjukkan bahwa budaya kebersamaan masih kuat dan perlu terus dipertahankan,” tandasnya.
Kini, jemaah Masjid Nurul Jihad bisa melangkah ke tempat sujud tanpa khawatir sepatu kotor atau sarung basah. Dari timbunan tanah, tumbuh harapan baru: ibadah yang lebih khusyuk di halaman yang lebih layak.(lin)

















