KENDARI – DPRD Sulawesi Tenggara membuka ruang dialog bagi “jeritan” masyarakat Konawe Utara yang selama ini bergulat dengan listrik yang tak kunjung bersahabat. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Selasa, 19 Mei 2026, wakil rakyat bersama PLN UP3 Kendari mendengarkan keluh kesah warga yang gelapnya harapan nyaris memadamkan geliat ekonomi.
RDP dipimpin Wakil Ketua DPRD Sultra, Heri Asiku, bersama lintas sektor dan jajaran PLN UP3 Kendari. Pertemuan ini digelar untuk menindaklanjuti aspirasi Koalisi Rakyat Konawe Utara Menggugat terkait tegangan listrik yang kerap anjlok dan mempermainkan kesabaran warga.
Masyarakat menuturkan, listrik di Konawe Utara acap datang dan pergi seperti tamu yang tak diundang. Tegangan yang tidak stabil telah merusak alat elektronik, memutus denyut aktivitas ekonomi, dan membuat malam-malam warga terasa lebih panjang dari biasanya.
“Konut adalah tanah nikel yang menyumbang kekayaan bagi negeri ini. Tak pantas jika daerah ini terus dibiarkan bergelut dengan krisis listrik yang tak berkesudahan,” ujar Ketua Koalisi Rakyat Konut Menggugat, Hendrik, yang meminta PLN segera menghadirkan solusi yang nyata, bukan sekadar janji yang tertiup angin.
Mendengar keluhan itu, PLN UP3 Kendari mengakui masih ada keterbatasan infrastruktur yang membuat listrik di Konawe Utara sulit bernapas lega. Namun, mereka berjanji akan mendatangkan “penolong” baru berupa genset berkapasitas 8 megawatt yang proses pengadaannya mulai berjalan pada pekan ketiga Juni 2026.
Manajemen PLN menargetkan, paling lambat September 2026, masyarakat Konawe Utara mulai merasakan sentuhan layanan listrik yang lebih stabil dan manusiawi.
Dalam berita acara RDP, PLN juga membuka pintu dispensasi dan kompensasi bagi pelanggan yang selama ini dirugikan oleh ketidakstabilan arus listrik.
DPRD Sultra menegaskan tidak akan membiarkan janji itu padam di tengah jalan. Lembaga legislatif menyatakan akan mengawal percepatan pembangunan pembangkit listrik di Konawe Utara secara berkala.
Tak hanya itu, DPRD Sultra juga segera mengeluarkan rekomendasi kepada PLN UID Sulselrabar agar percepatan pembangunan kelistrikan di wilayah itu mendapat prioritas.
“Listrik stabil adalah hak masyarakat Konawe Utara,” tegas Heri Asiku usai rapat, menutup pertemuan dengan harapan agar cahaya yang dijanjikan benar-benar datang dan tak lagi padam di tengah jalan.(red)

















