MUNA BARAT – Kasus pencurian ternak dengan modus mutilasi kembali meresahkan warga Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara. Seekor sapi milik warga Desa Lawada Jaya, Kecamatan Sawerigadi, ditemukan dalam kondisi tidak utuh pada Minggu, 26 April 2026.
Sapi tersebut diketahui milik Firman, warga setempat. Hewan ternaknya diduga menjadi sasaran pencurian oleh pelaku yang hingga kini belum diketahui identitasnya.
Firman mengaku terkejut saat mendapati sapi peliharaannya sudah dalam kondisi mengenaskan, meski lokasi kejadian berada tidak jauh dari permukiman warga.
“Saya sangat kaget melihat sapi sudah dalam kondisi seperti itu. Tidak menyangka ternak saya menjadi sasaran pencurian,” ujar Firman kepada penafaktual.com saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.
Pelaku diduga hanya membawa kabur bagian tubuh tertentu, yakni keempat paha hingga kaki serta bagian belakang tubuh sapi. Sementara bagian leher, kepala, dan isi perut hewan tersebut ditinggalkan di lokasi kejadian.
Menurut Firman, aksi pencurian itu diduga terjadi pada malam hari. Pasalnya, pada sore hari sebelumnya ia masih sempat memberi makan sapi tersebut.
Ia juga mengungkapkan bahwa sapi miliknya sedang bunting sekitar empat bulan. Akibat kejadian itu, Firman mengaku mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.
“Kalau diperkirakan, harga sapi sekitar Rp8 juta,” katanya.
Peristiwa ini menambah daftar kasus pencurian ternak yang meresahkan masyarakat di wilayah Muna Barat, khususnya dengan modus memotong bagian tubuh hewan di lokasi sebelum dibawa kabur.
Warga pun berharap aparat kepolisian segera mengusut kasus tersebut dan menangkap pelaku, mengingat aksi serupa disebut telah beberapa kali terjadi di wilayah setempat.
“Harus ada tindak lanjut dari kepolisian karena ini sudah meresahkan masyarakat. Kejadian ini sudah berulang,” ujar Ruslin, salah seorang warga.
Menurut Ruslin, beberapa hari sebelumnya kejadian serupa juga terjadi di Desa Ondoke dan Desa Lakalamba, yang masih berada di Kecamatan Sawerigadi.
“Polanya sama, dimutilasi, kemungkinan pelakunya sama,” kata Ruslin.
Ia meminta aparat kepolisian untuk meningkatkan patroli rutin guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Sementara itu, Kapolsek Sawerigadi, Ipda Yusran, mengatakan pihaknya belum menerima laporan resmi terkait kejadian tersebut.
“Belum ada yang masuk laporan nya sama kita. Justru anggota saya tanya dikantor belum ada yang melapor dari kemarin” kata Ipda Yusran saat dikonfirmasi via Whatsapp.
Saat ditanya mengenai langkah pencegahan yang akan dilakukan, Yusran menyebut pihaknya akan lebih dahulu berkoordinasi dengan Polres Muna.
“Nanti saya hubungi dulu Kadi Humas (Polres Muna), saya minta izin dulu, kalau saya bikinkan komentar jangan sampai kita disalahkan,” pungkasnya. (lin)















