KENDARI – Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sulawesi Tenggara menuding Kadis Pariwisata Sultra, RB, kembali berulah. Kali ini, RB dinilai kerap membuat gaduh dan berkomentar provokatif di akun media sosial TikToknya.
Ketua PKC PMII Sultra, Awaludin Sisila, mengungkapkan, RB memiliki rekam jejak yang tak elok dimiliki oleh seorang pejabat publik.
“Saat masih menjabat sebagai Kadis Kominfo Sultra, ia diduga kerap bermasalah dengan rekan-rekan wartawan,” katanya, Jumat, 20 Maret 2026.
Awaludin menambahkan, RB juga pernah terlibat pertikaian dengan kadis lainnya di momen hari pers nasional, bahkan berujung pada laporan polisi.
“Bibirnya diduga dipukul kadis lainnya karena adu mulut,” ungkapnya.
Tak hanya itu, RB juga pernah diduga melakukan penganiayaan terhadap salah satu aktivis Sultra di Jakarta.
“DPRD Sultra juga pernah mengeluarkan rekomendasi pemberhentian RB dari jabatannya sebagai Pj Bupati Busel dan Kadis Kominfo Sultra,” tambahnya.
Saat ini, RB menjabat sebagai Kadis Pariwisata Sultra, namun dinilai tidak fokus akan tupoksinya. “Dia selalu membuat postingan video di akun TikTok pribadinya yang kerap membuat gaduh, bahkan diduga mengatai tokoh pejabat publik lainnya,” beber Awaludin.
PKC PMII Sultra mendesak Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, untuk segera mencopot RB dari jabatannya.
“Jika dibiarkan terus menerus, ini akan menggangu citra kepemimpinan ASR-Hugua,” tegasnya.
Pihaknya juga mendesak Polda Sultra untuk mengentikan proses penyelidikan terhadap Ketua JMSI Sultra, Adhi Yaksa Pratama, dan Jurnalis Kendarikini, Irvan.
“Ini sengketa pers, yang berhak menyelesaikan adalah Dewan Pers,” pungkas Awaludin.(red)

















