KENDARI – Sejumlah sopir angkutan bandara di Kendari mengeluhkan biaya pendaftaran untuk bergabung dengan koperasi yang mencapai Rp2 juta, ditambah iuran bulanan sebesar Rp500 ribu. Biaya tersebut dinilai cukup memberatkan, terutama di tengah kondisi jumlah penumpang yang menurun.
“Biaya masuk Rp2 juta, lalu tiap bulan bayar Rp500 ribu. Sementara penumpang sekarang tidak seramai dulu,” kata salah seorang sopir bandara yang enggan disebutkan namanya.
Sopir tersebut juga mengeluhkan semakin banyaknya jumlah anggota koperasi yang beroperasi sebagai sopir bandara, membuat persaingan antar sopir semakin ketat. Situasi di lapangan kerap memicu cekcok antar sesama sopir akibat berebut penumpang karena tidak adanya sistem antrean yang jelas.
“Kadang sampai ribut karena tidak pakai sistem antrean. Siapa cepat dia dapat penumpang,” ungkapnya.
Para sopir berharap adanya evaluasi sistem operasional, termasuk penerapan mekanisme antrean yang lebih tertib agar tidak memicu konflik di antara sesama pengemudi.
Sementara itu, Kapen Lanud Halu Oleo, Lettu Sus M Yusuf, belum bisa memberikan komentar lebih lanjut karena sedang berada di luar Kendari.(red)













