KENDARI – Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Kendari melakukan uji kelaikan truck kontainer yang beroperasi di pelabuhan Pelindo Bungkutoko, Rabu, 4 Februari 2026.
Uji kelaikan ini bertujuan untuk mengaktifkan kembali Single Truck Identification Data (STID) dan memastikan armada kontainer memenuhi standar kelayakan teknis, keamanan, dan keselamatan.
Kepala BPTD Kelas II Sultra, Husni Mubarak, mengatakan uji kelaikan ini dilakukan untuk mengidentifikasi dan menyelaraskan standar kendaraan angkutan barang khusus atau kontainer agar tidak berbahaya di kawasan Pelindo.
“Tujuannya untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan serta mengidentifikasi truck-truck atau kontainer yang ada di pelabuhan,” katanya.
Uji kelaikan ini dihadiri oleh Dinas Perhubungan Kota Kendari, Kepala Bapenda Kota Kendari, Jasa Raharja, Wadirlantas Polda Sultra, Sat Lantas Polresta Kendari, dan sejumlah perusahaan angkutan di Kota Kendari.
“Untuk mendapatkan STID, semua aturan kendaraan dan pengendara harus memenuhi syarat, termasuk pemeriksaan laik jalan,” tambah Husni.
Langkah ini merupakan awal menuju zero ODOL (Over Dimension, Over Loading) di Kota Kendari pada tahun 2027 mendatang. Semua kendaraan yang beroperasi di kawasan pelabuhan Pelindo harus memenuhi syarat yang dipersyaratkan.
Kepala KSOP Kelas II Kendari, Capt Raman, mengungkapkan bahwa saat ini ada sekitar 170 truck kontainer di Pelindo perlu memperbarui Single Truck Identification Data (STID) yang sudah dilaksanakan beberapa tahun lalu. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua kendaraan yang beroperasi di pelabuhan memenuhi standar keamanan dan keselamatan.
“Alhamdulillah, BPTD sudah membawa Unit Laik Fungsi Kendaraan untuk melakukan pemeriksaan, dan tadi ada dua unit kendaraan yang diperiksa,” kata Capt Raman.
Capt Raman menegaskan bahwa kendaraan yang tidak memenuhi syarat atau STIDnya telah ekspyer atau kadaluarsa tidak akan bisa masuk mengambil barang di pelabuhan Pelindo.
“Karena semuanya nanti lewat Get dan di getnya itu sudah ada persyaratan bahwa yang ekspayer STIDnya tidak bisa masuk”, tegasnya.(red)








