Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 3 Feb 2026 17:34 WITA ·

Kronologi Penemuan Jenazah Pria Asal Mubar Mengapung di Teluk Kendari


 Jenazah pria, bernama La Sihadi (55) saat dievakuasi. Foto: Istimewa Perbesar

Jenazah pria, bernama La Sihadi (55) saat dievakuasi. Foto: Istimewa

KENDARI – Kepolisian Sektor (Polsek) Kesatuan Penjagaan dan Pengamanan Pelabuhan (KP3) Kendari mengungkap kronologi penemuan jenazah di Perairan Teluk Kendari pada Selasa, 3 Januari 2026 sekitar pukul 13.50 Wita.

Diketahui kerban bernama Lasihadi (55) warga asal Desa Lapolea, Kecamatan Barangka, Kabupaten Muna Barat (Mubar), Provinsi Sulawesi Tenggara ( Sultra).

Kapolsek KP3 Kendari, Iptu Laode Hasmil Hamzah mengatakan bahwa korban pertama kali ditemukan seorang pria bernama irfan (28).

Saat itu Irfan berada di bawah Jembatan Teluk Kendari sedang menunggu temannya yang tengah dalam perjalanan yang datang menggunakan kapal cepat.

“Saat sementara duduk di pinggir laut di bawah Jembatan Bahteramas, melihat seorang laki-laki terapung dalam keadaan posisi telungkup,” kata La Ode Hasmil, saat dikonfirmasi.

Sosok pria tersebut, kata La Ode Hasmil, terlihat mengenakan baju kaos berwarna hitam dan dalam kondisi tidak bergerak.

Irfan yang merasa curiga, lantas memangggil warga sekitar yang bernama Miki (33) untuk memastikan kondisi korban. Miki langsung turun ke laut dan melihat langsung kondisi korban.

“Bahwa betul orang (korban) tersebut dalam keadaan tidak bergerak,” kata La Ode Hasmil.

Beberapa saat setelahnya, anak korban berinisial IW (29) datang ke lokasi bersama dengan suaminya. Mereka meminta agar korban langsung dibawa ke rumah keluarganya di Kecamatan Mandonga.

Belum diketahui secara pasti penyebab meninggalnya korban. Pihak keluarga menolak untuk dilakukan visum maupun outopsi terhadap jenazah korban.

“Keterangan anak korban, bahwa orang tuanya dalam gangguan kesehatan dan pernah masuk Rumah Sakit Jiwa,” pungkas La Ode Hasmil. (lin)

Artikel ini telah dibaca 42 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Progres Rehabilitasi Pelabuhan Kolaka Dipantau Langsung Kemenhub

21 Agustus 2026 - 14:37 WITA

Lanud Halu Oleo Gelar Syukuran dan Liwetan Peringati HUT ke-81 RI

21 Agustus 2026 - 12:57 WITA

Pemkot Kendari Segera Tinjau Legalitas Pembangunan Pondasi di Kawasan Alexandria Hills

21 Agustus 2026 - 08:58 WITA

PPIT Kemenhub Tinjau Potensi Infrastruktur Transportasi di Kendari

21 Agustus 2026 - 08:33 WITA

Motor Keluar Jalur, Dua Pemuda Tewas di Tempat Usai Tabrak Truk di Konsel

17 Agustus 2026 - 10:21 WITA

Tabrakan Pikap dan Motor di Watopute Muna, Pengendara Perempuan Tewas

16 Agustus 2026 - 11:59 WITA

Trending di Daerah