MUNA – Proses belajar mengajar di Unit Penyelenggara Teknis Daerah (UPTD) SDN 7 Kontunaga, Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), menuai protes dari kalangan orang tua siswa.
Pasalnya, jam belajar di sekolah itu disebut berlangsung hanya dua jam dalam sehari. Hal ini ditengarai akibat tenaga pendidiknya jarang masuk ke sekolah.
“Anak-anak jarang belajar, kadang-kadang 2 hari berturut-turut gurunya tidak masuk sekolah, kalaupun masuk, (gurunya) tidak masuk kelas,” kata salah satu orang tua siswa yang namanya minta dirahasiakan, Rabu, 21 Januari 2026.
Ia mengatakan, para orang tua siswa pernah melaporkan persoalan ini ke pihak Bintara Pembina Desa (Babinsa) Lapodidi, Kecamatan Kontunaga, La Ode Kamrano.
“Babinsa pun langsung berkunjung ke sekolah itu, tapi hanya selang waktu 2 hari berjalan normal, setelah itu kembali lagi seperti semula,” kata orang tua siswa.
Senada dengan itu, orang tua siswa lainnya, La Ode Asranimuna, juga mengungkapkan bahwa guru tidak memberikan penjelasan materi pelajaran secara detail kepada siswa.
“Tidak ada penjelasan tentang materi, tiba-tiba langsung ulangan atau tugas, jadi siswa merasa kesulitan,” kata La Ode.
“Kalau di sekolah, siswa dikasih menyalin baru gurunya pulang duluan,” tambahnya.
Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 7 Kontunaga, Abdul Tahap, belum merespons pesan whatsapp maupun telepon jurnalis penafaktual.com saat dikonfirmasi pada Rabu malam.(lin)








