KENDARI – Pulau Kabaena, yang kaya akan sumber daya alam (SDA), ternyata masih bergelut dengan krisis fasilitas kesehatan. Anggota DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) Dapil Konawe Selatan (Konsel) – Bombana dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Aflan Zulfadli, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Bombana yang dinilai hanya setengah hati dalam mengatasi masalah ini.
“Sejak bupati yang pertama, pengadaan kapal, pengadaan speedboat, untuk Ambulance Laut ini sudah berapa kali diadakan, hanya sekedar pengadaan begitu saja. Tidak ada alokasi anggaran untuk maintenance maupun biaya rutin bulanan,” kata Aflan kepada Penafaktual.com, Minggu, 18 Januari 2026.
Aflan menambahkan bahwa Pemda Bombana kerap abai terhadap pelayanan dasar, hanya fokus pada infrastruktur yang juga tidak tuntas-tuntas sampai sekarang.
“Padahal ada beberapa perusahaan di Kabaena yang melakukan aktivitas pertambangan, begitu besar hasil yang mereka dapatkan dari situ sampai triliunan rupiah kenapa tidak bisa dioptimalkan untuk mengatasi hal seperti ini,” ujarnya.
Aflan menekankan bahwa yang dibutuhkan adalah keseriusan dari pemerintah daerah untuk menangani hal ini.
“Jadi harus ada pengadaan kapalnya sekaligus harus alokasikan biaya rutinnya setiap bulan. Ini bukan masalah besar, tapi keseriusan pemerintah daerah yang kurang,” katanya.
Krisis fasilitas kesehatan di Pulau Kabaena ini telah berlangsung lama, dan Aflan berharap agar pemerintah daerah dapat segera mengambil tindakan nyata untuk mengatasi masalah ini.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana, Darwin Ismail mengatakan bahwa speed bot ambulance mengalami kerusakan parah.
“Rusak sekitar dua bulan lalu, kita keliling cari alatnya di Kendari tidak ada, kecuali kita pesan,” ujar Darwin kepada penafaktual.com melalui telepon Whatsapp.
Meski begitu, Darwin berjanji speed bot ambulance laut akan segera beroperasi kembali paling lambat satu minggu kedepan.
“Kita tunggu, satu minggu kedepan ini, alatnya sudah datang dari Makassar ada anggota saya utus tadi berangkat untuk beli alat itu,” katanya.(lin/red)








