BOMBANA – Masyarakat Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mangalami permasalahan serius lantaran ketersediaan fasilitas kesehatan yang tidak memadai di daerah tersebut.
Yang lebih memprihatinkan, pasien kritis yang dirujuk dari puskesmas di Pulau Kabaena ke Rumah Sakit (RS) Tanduale Bombana harus melewati penyebrangan laut menggunakan perahu seadanya.
Dalam video yang diunggah oleh Sahrul (46), Warga Desa Pongkalaero, Kecamatan Kabaena Selatan, melalui akun faceboknya memperlihatkan detik-detik perahu kayu sandar di Dermaga Pelabuhan Kasipute.
Perahu tersebut tampak memuat pasien wanita yang dirujuk dari puskesmas Kabaena Barat. Didampingi oleh pihak kelurga, pasien tampak terbaring lemas di atas perahu.
Saat dikonfirmasi penafaktual. Com pada Minggu, 18 Januari 2026, Sahrul mengatakan peristiwa memprihatinkan itu terjadi pada Sabtu, 17 Januari 2026 kemarin.
Ia menambahkan bahwa pada hari yang sama terdapat 2 pasien yang dirujuk menggunakan perahu yang disewa oleh keluarga dan satu pasien menggunakan kapal penumpang.
“Kemarin (Sabtu) itu sebenarnya ada 3 pasien yang dirujuk dari Kabaena, pagi anak-anak dari Kabaena Utara, kemudian yang tiba sore (pasien) perempuan yang kejang-kejang yang lagi hamil tibanya sore pakai bodi (perahu kayu) dan ada juga menggunakan kapal reguler,” kata Sahrul kepada penafaktual.com melalui sambungan telepon Minggu sore.
Biaya yang dikeluarkan oleh kelurga pasien untuk menyewa perahu tidak lah sedikit. Harga sewa paling murah senilai Rp 5 juta dalam satu kali perjalanan.
“Yang star dari Dongkala (Kabaena Timur) itu Rp 3-5 juta untuk perahu bodi itu paling murah,” kata Sahrul.
Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana sebetulnya telah menyediakan satu unit spit bot yang gunakan sebagai ambulance laut. Namun, selama 2 bulan terakhir speed bot tersebut tidak beroperasi karena mengalami kerusakan.
“Ada speed nya, tapi tidak tau tidak sampai tahunan sudah rusak. Pemerintah itu hanya mengadakan tapi merawat itu tidak,” kata Sahrul.
Menurut Sahrul peristiwa ini merupakan pertanda tidak adanya keseriusan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bombana dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terutama pada transportasi kesehatan jalur laut.
“Intinya memang tidak ada keseriusan pada pemenuhan layanan dasar itu. Kebanyakan yang dibangun hanya didarat saja seperti di rumah sakit atau di puskesmas tapi transportasi antar pulau seperti itu tidak serius memperhatikan,” kata Sahrul.
Pemda Kabupaten Bombana diminta untuk segera mengadakan ambulance laut guna memudahkan akses pasien saat dirujuk.
“Pengadaan ambulance laut yang standby di Pulau Kabaena di titik yang sangat strategis, kemudian kesejahteraan operator harus diperhatikan supaya tidak ada alasan ketika dia dibutuhkan,” pintah Sahrul.
Dikonfirmasi terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana, Darwin Ismail mengatakan bahwa speed bot ambulance laut sebelumnya disediakan saat ini mengalami kerusakan parah.
“Rusak sekitar dua bulan lalu, kita keliling cari alatnya di Kendari tidak ada, kecuali kita pesan,” ujar Darwin kepada penafaktual.com melalui telepon Whatsapp.
Meski begitu, Darwin berjanji speed bot ambulance laut akan segera beroperasi kembali paling lambat satu minggu kedepan.
“Kita tunggu, satu minggu kedepan ini, alatnya sudah datang dari Makassar ada anggota saya utus tadi berangkat untuk beli alat itu,” katanya. (lin)








