Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

News · 23 Des 2025 19:57 WITA ·

Calon Ketua IAI Sultra: La Ode Jusri Jayanti Usung Program Penguatan Profesi dan STRA


 Calon Ketua IAI Sultra: La Ode Jusri Jayanti Usung Program Penguatan Profesi dan STRA Perbesar

KENDARI – Ar. H. La Ode Jusri Jayanti, IAI. maju sebagai calon Ketua Ikatan Arsitek Indonesia Sulawesi Tenggara dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-5. Pencalonan tersebut menjadi bagian dari kontestasi kepemimpinan organisasi profesi arsitek di Sulawesi Tenggara untuk periode mendatang.

Jusri menyampaikan bahwa langkahnya maju sebagai calon ketua dilandasi keinginan membangun IAI Sulawesi Tenggara sebagai rumah bersama bagi para arsitek, sekaligus organisasi yang mampu memberikan kepastian arah, perlindungan profesi, dan peningkatan kualitas anggota.

Menurut Jusri, selama ini organisasi belum sepenuhnya hadir menjawab persoalan mendasar yang dihadapi arsitek, terutama terkait kepastian legalitas dan pendampingan profesional. Karena itu, visi dan misi yang ia usung berfokus pada penguatan internal organisasi dan perlindungan hak-hak arsitek.

“IAI harus menjadi tempat yang memberi rasa aman dan kepastian bagi anggotanya. Bukan hanya sebagai wadah berkumpul, tetapi juga sebagai organisasi yang memperjuangkan profesi secara nyata,” ujarnya.

Salah satu isu utama yang disoroti Jusri adalah masih rendahnya jumlah arsitek yang memiliki Surat Tanda Registrasi Arsitek (STRA). Dari sekitar 400 lebih anggota IAI Sulawesi Tenggara, baru sekitar 38 orang yang telah mengantongi STRA. Kondisi ini dinilai menjadi persoalan serius karena STRA merupakan syarat utama pengakuan legal profesi arsitek.

Ia menilai rendahnya kepemilikan STRA bukan disebabkan lemahnya sumber daya manusia, melainkan minimnya informasi, pendampingan, dan fasilitasi dari organisasi terkait mekanisme pemenuhan regulasi.

“SDM arsitek di Sulawesi Tenggara sangat kuat. Masalahnya adalah kurangnya ruang informasi dan pendampingan tentang bagaimana menjadi arsitek profesional sesuai aturan,” katanya.

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2017 tentang Arsitek, Jusri menjelaskan bahwa terdapat dua jalur untuk mengikuti uji kompetensi, termasuk kewajiban melanjutkan pendidikan profesi bagi arsitek muda tertentu.

Jika terpilih, ia berkomitmen memfasilitasi proses tersebut melalui organisasi, termasuk menghadirkan tim uji kompetensi yang independen dan kredibel.

Selain penguatan kompetensi, Jusrin juga menjadikan pembangunan sekretariat IAI Sulawesi Tenggara sebagai program prioritas. Menurutnya, sekretariat memiliki fungsi strategis sebagai pusat aktivitas organisasi, ruang konsolidasi anggota, serta sarana pengembangan usaha yang dapat menghasilkan pemasukan bagi organisasi.

“Sekretariat bukan hanya kantor. Ini pusat organisasi, tempat kita berkumpul, berkoordinasi, sekaligus membangun kemandirian finansial,” ujarnya.

Dalam upaya memperkuat perlindungan profesi, Jusrin mendorong terbangunnya kemitraan dengan pihak eksternal, termasuk kepolisian dan pengadilan. Kerja sama tersebut dinilai penting untuk memperkuat posisi arsitek dalam menghadapi persoalan hukum maupun sengketa pekerjaan di lapangan.

Ia juga menargetkan penguatan hubungan antara IAI dan pemerintah daerah, baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi. Menurut Jusrin, keterlibatan arsitek dalam perencanaan dan pembangunan daerah merupakan bagian dari marwah pembangunan Sulawesi Tenggara yang harus diperjuangkan secara organisasi.

Musprov ke-5 IAI Sulawesi Tenggara saat ini telah memasuki tahapan kampanye. Pemilihan Ketua dijadwalkan berlangsung pada 13–15 Januari melalui mekanisme pemungutan suara langsung. Sebanyak 130 anggota tercatat sebagai pemilih wajib, dengan dua calon yang akan bersaing dalam kontestasi tersebut.

Jusrin mengajak seluruh anggota menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab. Ia menekankan bahwa pemilihan ketua bukan sekadar memilih figur, melainkan menentukan arah dan masa depan organisasi.

“Gunakan hak pilih. Ini bukan hanya soal memilih pemimpin, tetapi tentang bagaimana kita membesarkan IAI Sulawesi Tenggara ke depan,” tegasnya.

Ar. H. La Ode Jusri Jayanti, IAI. diketahui bergabung dengan IAI sejak 2017 dan mulai aktif sebagai pengurus pada 2023. Ia merupakan praktisi arsitek sekaligus pemilik Bee Box, dengan pengalaman profesional yang menjadi modal dalam kontestasi kepemimpinan organisasi tersebut dan Jaringannya Secara Eksternal dgn Lembaga Organisasi, Stakeholder, Pemerintah Kota dan Provinsi bahkan Nasional, memperkuat keyakinannya Besar Untuk Membawa IAI Sultra Bisa lebih Maju dimasa Kepemimpinanya.(red)

Artikel ini telah dibaca 44 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

KKJ Kecam Polda Sultra, Buntut Pemanggilan Jurnalis dan Ketua JMSI Sultra

11 Maret 2026 - 10:39 WITA

Sempat Hilang saat Melaut, Nelayan Asal Lasunapa Muna Ditemukan Selamat

10 Maret 2026 - 20:53 WITA

Jenazah Wanita Ditemukan Tergeletak di Kawasan Eks MTQ Kendari, Polisi: Diduga ODGJ

9 Maret 2026 - 19:43 WITA

Harmoni Ramadan di Kemenag Sultra, Perkuat Kolaborasi dan Kepedulian Sosial

4 Maret 2026 - 21:38 WITA

Kematian Mudatsir: Keluarga Sebut Bukan Murni Kecelakaan Tapi Dugaan Penganiayaan Berat

4 Maret 2026 - 20:09 WITA

Dua Pasien ODGJ dari Muna Barat Dirujuk ke RSJ Sultra, Keluarga Pasien Ucapkan Terima Kasih

2 Februari 2026 - 09:47 WITA

Trending di News