KENDARI – Jelang Penutupan STQH Nasional XXVIII Tahun 2025 di Kota Kendari, Satuan Tugas (Satgas) Ekoteologi Kanwil Kemenag Prov. Sultra melakukan pembersihan di Arena Utama Seleksi Tilawatil Qur’an dan Musabaqah Al-Hadits (STQH) dan kawasan Tugu Persatuan Kota Kendari.
Total 16 personel Satgas Ekoteologi bersama dinas kebersihan dan pihak terkait, terlihat antusias mengumpulkan sampah yang ada di seputaran arena utama STQH. Rutinitas ini sudah berjalan selama seminggu atau sejak awal pembukaan STQH dimulai.
“Sejak hari pertama hingga jelang penutupan mereka masih terus bekerja. Mereka aktif memungut sampah di arena utama, serta sigap memastikan lokasi lomba tetap bersih, nyaman, dan bebas dari limbah plastik,” terang Kakanwil Kemenag Sultra, H Muhamad Saleh.
Saleh menyebut bahwa kehadiran Satgas Ekoteologi di momentum STQH Nasional memiliki kontribusi besar dalam menciptakan STQHN yang bebas sampah dan ramah lingkungan, sebagaimana tema yang diusung dalam perhelatan akbar tersebut, yakni “Syiar Al-Qur’an dan Hadis, Merawat Kerukunan, Melestarikan Lingkungan.”
Saleh berharap Satgas Ekoteologi nantinya dibentuk hingga di tingkat Kabupaten/Kota hingga menjangkau unit-unit paling bawah. Kanwil Kemenag Sultra berencana menggandeng berbagai pihak untuk memperkuat gerakan ekoteologi di wilayahnya.
“Terimakasih dan apresiasi kepada Satgas Ekoteologi yang telah banyak berkontribusi, berperan serta dalam menjaga lingkungan tetap bersih dan terjaga selama STQHN berlangsung. Semoga tidak berhenti sampai disini, kita akan bentuk satgas-satgas Ekoteologi lainnya hingga di tingkat Kab/Kota,” pungkasnya.(red)
















