Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 11 Agu 2025 19:17 WITA ·

Ampuh Sultra Desak KPK Supervisi Kasus Korupsi Pembangunan Bandara Kolaka Utara


 Direktur Ampuh Sultra Hendro Nilopo. Foto: Istimewa Perbesar

Direktur Ampuh Sultra Hendro Nilopo. Foto: Istimewa

KENDARI – Pengungkapan kasus korupsi di Sulawesi Tenggara oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI mendapat apresiasi dari Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara. Namun, Ampuh berharap pengungkapan korupsi tersebut dilakukan secara adil dan tidak hanya berfokus pada satu wilayah saja.

Direktur Ampuh Sulawesi Tenggara, Hendro Nilopo, menyatakan bahwa Sulawesi Tenggara merupakan salah satu daerah rawan korupsi yang membutuhkan peran aktif KPK dalam melakukan pemberantasan secara menyeluruh.

Oleh karena itu, pihaknya meminta KPK RI untuk tidak hanya berfokus pada satu daerah saja dalam melakukan pengungkapan kasus di Sulawesi Tenggara.

Hendro juga menyinggung beberapa kasus korupsi di Sulawesi Tenggara yang masih bergulir dan belum mendapatkan titik terang, termasuk kasus dugaan korupsi pembangunan bandara di Kabupaten Kolaka Utara yang diduga kuat melibatkan Bupati Kolaka Utara.

“Kasus ini sudah lama, bahkan beberapa orang sudah divonis pengadilan. Namun, Bupati-nya masih aman-aman saja,” kata Hendro.

Menurut Hendro, kasus korupsi pembangunan bandara di Kolaka Utara mirip dengan kasus korupsi pembangunan RSUD Kolaka Timur yang menyeret Bupati Kolaka Timur.

“Hanya beda jenis proyek saja,” jelasnya.

Oleh karena itu, Ampuh meminta KPK RI untuk melakukan supervisi terhadap kasus korupsi pembangunan bandara di Kabupaten Kolaka Utara yang saat ini ditangani oleh Kejari Kolaka.

“Mungkin setelah disupervisi baru bisa diungkap peran Bupati-nya,” tutur Hendro.(red)

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Jaga Netralitas Pilrek, Plt Rektor UHO Dr Herman Mundur dari Jabatan

15 Juni 2026 - 08:25 WITA

Bukan Karena Tambang, Warga Ungkap Air Keruh Sudah Terjadi Sebelum PT WIN Ada

13 Juni 2026 - 14:53 WITA

11 Pengedar Sabu Diringkus Polres Konut, Sitaan Sabu Tembus 221 Gram

11 Juni 2026 - 17:14 WITA

Polres Konut Bongkar 8 Kasus Kriminal, Kapolres: Keamanan Warga Harga Mati

11 Juni 2026 - 17:05 WITA

Motor Curian Kembali ke Pangkuan, Kapolres Konut Disambut Haru Warga

11 Juni 2026 - 17:01 WITA

Sinergi PT WIN dan Warga: Jembatan Rusak Torobulu Kini Pulih Kembali

11 Juni 2026 - 11:37 WITA

Trending di Daerah