Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Ekobis · 20 Mei 2025 21:38 WITA ·

Ruksamin: Pohon Gamal Solusi Energi Terbarukan untuk Mengurangi Ketergantungan pada Fosil


 Ruksamin memaparkan konsep pohon gamal sebagai energi baru terbarukan dalam seminar nasional di Hotel Claro Kendari. Foto: Istimewa Perbesar

Ruksamin memaparkan konsep pohon gamal sebagai energi baru terbarukan dalam seminar nasional di Hotel Claro Kendari. Foto: Istimewa

PENAFAKTUAL.COM – Dalam upaya mewujudkan program Asta Cita Presiden RI Prabowo, khususnya poin 2 dan 4, Ruksamin, Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sulawesi Tenggara (Sultra), memaparkan konsep pohon gamal sebagai energi baru terbarukan dalam seminar nasional di Hotel Claro Kendari.

Menurut Ruksamin, pohon gamal memiliki potensi besar sebagai bahan bakar industri, khususnya sebagai bahan baku biomassa untuk pembangkit listrik tenaga biomassa (PLTB) dan co-firing PLTU.

“Pohon gamal adalah energi baru terbarukan yang bisa dijadikan bahan bakar industri untuk menggantikan bahan bakar fosil,” kata Ruksamin.

Pohon gamal juga dapat diolah menjadi wood pellet atau woodchips, yang merupakan bahan bakar biomassa yang dapat digunakan di berbagai industri.

“Pohon gamal dapat diolah menjadi wood pellet atau woodchips, yang merupakan bahan bakar biomassa yang dapat digunakan di berbagai industri,” ujar Ruksamin.

Penggunaan biomassa gamal sebagai bahan bakar merupakan upaya untuk mengembangkan energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi dan Peraturan Menteri ESDM Nomor 12 Tahun 2023 tentang Pemanfaatan Bahan Bakar Biomassa.

“Jadi ini bukan hal baru, tetapi pemerintah sudah mengundang-undangkan terkait dengan energi biomassa tersebut,” jelas Ruksamin.

Ruksamin juga menjelaskan bahwa budidaya pohon gamal dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat dan menjawab tantangan dunia terkait perubahan iklim akibat pemanasan global.

“Kita menanam gamal, lingkungan jadi hijau, dan juga masyarakat memperoleh manfaat ekonomi. Dan budidaya gamal ini nyaris tak membutuhkan perawatan khusus, karena mudah tumbuh dan tahan terhadap hama,” urai Ruksamin.

Ruksamin menargetkan bahwa bulan Agustus 2025 akan memulai membangun pabrik pengolah pohon gamal di Sulawesi Tenggara. “Insya Allah bulan Agustus 2025 kita sudah mulai pembangunan pabriknya. Mesin pengolah batang gamal, kita datangkan langsung dari China,” pungkasnya.

Seminar nasional tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh, termasuk Tenaga Ahli Kementrian ESDM RI Irwanuddin H.I Kulla, Tenaga Ahli Nuklir Kementrian ESDM RI Dr. Ir. Musri, M.T, dan Perwakilan PT Celebes Prof. Yuang Shang, Sekda Provinsi Sultra Asrun Lio, Kadin Sultra, DPP APNI, dan lain-lain.(red)

Artikel ini telah dibaca 317 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Kemenkum Sultra dan KADIN Perkuat Kolaborasi untuk Pertumbuhan Ekonomi

25 Agustus 2025 - 23:48 WITA

Rapimprov Kadin Sultra 2025: Gerbang Investasi dan Kemajuan Ekonomi

24 Agustus 2025 - 20:56 WITA

Kota Kendari Punya Baru: Maimo Caffe, Tempat yang Ideal untuk Bersantai dan Bekerja

15 Agustus 2025 - 21:13 WITA

Membangun Pasar yang Aman dan Nyaman: Visi Hendrawan untuk Ekonomi Kerakyatan

1 Agustus 2025 - 22:23 WITA

Kalla Toyota Luncurkan Smart Upgrade 2.0, Solusi Tepat untuk Punya Mobil Impian

28 Juli 2025 - 11:10 WITA

Toyota Auto Show 2025: Waktu yang Tepat Mendapatkan Toyota Impian

24 Juli 2025 - 10:46 WITA

Trending di Ekobis