BOMBANA – Sebuah video viral di media sosial menunjukkan seorang ibu hamil melahirkan di mobil pick-up di Desa Mapila, Kecamatan Kabaena Utara, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Kebijakan Puskesmas Kabaena Utara yang menolak memberikan pelayanan kesehatan kepada ibu hamil tersebut dinilai kacau dan tidak adil.
Menurut kronologis peristiwa, keluarga pasien menghubungi bidan Diana untuk membantu proses persalinan pada Senin pukul 11.20 WITA. Namun, pasien diminta untuk menunggu di Poskesdes Mapila karena bidan Diana masih berada di Puskesmas.
Bidan Diana mengungkapkan bahwa kebijakan Puskesmas Kabaena Utara sangat tidak manusiawi. “Betapa kejamnya akreditasi, saya tidak membayangkan pasien lahiran diantar ke jalan dengan jalanan yang rusak dan jauh,” ungkapnya.
Diana juga menambahkan bahwa kasus kematian di SP 3 tahun 2024 disebabkan oleh retensi plasenta karena pasien melahirkan di jalan menuju Puskesmas. “Selama 1 tahun lebih, kami dianggap tidak bekerja, padahal kami tidak pernah mengeluh demi pasien warga kami di Desa Mapila dan Wumbulasa,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana, Darwin, menyampaikan bahwa dinas tidak mempersoalkan jika ibu-ibu di Mapila dan sekitarnya ditindak di bidan desanya, sepanjang kondisinya darurat.
“Bidan boleh mengambil tindakan di tempat, tetapi harus dikomunikasikan dengan Puskesmas,” tuturnya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana menekankan kepada seluruh kepala Puskesmas di wilayahnya untuk lebih mengutamakan nyawa daripada aturan apapun.(red)
















