BOMBANA – Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana – Masyarakat Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, mengeluhkan masalah akses transportasi yang sangat buruk. Rute laut Dongkala-Kasipute hampir tidak ada, bahkan sulit sekali mengakses transportasi.
“Sangat sulit, bahkan hampir tidak ada transportasi laut dari Kabaena ke Kasipute. Kalaupun ada ferry, hanya dua kali pelayaran dalam seminggu dan sekali seminggu pelayaran Kasipute-Dongkala terusan Bau Bau,” demikian komentar salah satu akun Facebook di Group BOMBANA BERKOMENTAR.
Sementara, Kasipute-Tontonunu difasilitasi DAMRI rute darat yang diresmikan Bupati Bombana Burhanuddin, dan rute Kasipute-Kendari juga difasilitasi Damri. Kedua rute itu telah diresmikan Bupati Bombana pada Sabtu, 10 Januari 2025.
Saat ini, situasi semakin sulit karena ferry yang biasanya melayani rute Pising-Kasipute dan Kasipute-Dongkala sedang berhenti beroperasi karena perbaikan atau dokking. Pemerintah Daerah Bombana diminta untuk segera mencari solusi dan meningkatkan akses transportasi di Pulau Kabaena
Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Bombana, Sudiami, dari Pulau Kabaena, angkat bicara.
“Pemda Bombana tak boleh menganaktirikan masyarakat Kabaena. Ini harus dipikirkan dan dicarikan solusi agar masyarakat Kabaena juga merasakan akses transportasi yang memadai,” tegasnya.
Sudiami yang merupakan politisi PKS menjelaskan bahwa masyarakat Kabaena telah lama menantikan perbaikan akses transportasi yang lebih baik, namun hingga saat ini masih belum ada perubahan signifikan.
“Masyarakat bagian timur Kepulauan Kabaena sangat merasakan kesulitan transportasi ke Kasipute. Mereka harus kembali membelah gunung Kabaena menuju Tanjung Pissing, dengan jalan yang rusak dan jarak tempuh 1 jam 30 menit,” tambahnya.
Sudiami juga menyoroti biaya yang harus dikeluarkan masyarakat Kabaena untuk mengakses transportasi.
Kasian masyarakat, tenaga dan biaya terkuras habis, mereka harus peras kantong beberapa untuk ongkos lintas darat dan ongkos lintas lautnya”, tukasnya.(red)










