Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Edukasi · 19 Mei 2025 20:26 WITA ·

PMII UHO Gelar PKD, Tanamkan Nilai Humanisme dan Jiwa Mujahid


 Pelatihan Kader Dasar yang diselenggarakan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Halu Oleo (UHO) di Sekretariat GP Ansor Sulawesi Tenggara. Foto: Istimewa Perbesar

Pelatihan Kader Dasar yang diselenggarakan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Halu Oleo (UHO) di Sekretariat GP Ansor Sulawesi Tenggara. Foto: Istimewa

PENAFAKTUAL.COM – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar Pelatihan Kader Dasar (PKD) di Sekretariat GP Ansor Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat (16/5) hingga Minggu (18/5), sebagai bagian dari proses kaderisasi formal bagi warga pergerakan.

PKD kali ini diikuti tidak hanya oleh kader internal PMII UHO, tetapi juga peserta dari Komisariat Universitas Lakidende Kabupaten Konawe. Kehadiran lintas komisariat ini menambah semangat kolektif dalam membangun kapasitas kader PMII secara lebih luas.

Ketua Majelis Pembina Komisariat (Mabinkom) PMII UHO, Sumarlin, menekankan pentingnya nilai humanisme dalam proses kaderisasi.

“PKD bukan sekadar agenda rutin organisasi. Ini adalah upaya membentuk kader yang tangguh, berkarakter, dan mampu menjawab tantangan modernitas dengan nilai-nilai humanisme,” terangnya.

Ketua Komisariat PMII UHO, Adnan Wirapraja, menegaskan bahwa PKD menjadi ruang penting dalam menanamkan nilai perjuangan PMII di tengah arus praktisisme yang mulai mengaburkan semangat berorganisasi.

“Kaderisasi di level ini bukan lagi tentang teori saja, tetapi juga proses pembentukan karakter yang humanis dan berjiwa mujahid,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Cabang PMII Kota Kendari, Muhammad Ikbal Laribae, mengingatkan pentingnya penguatan kapasitas kader, baik dari sisi intelektual maupun komitmen terhadap konstitusi organisasi.

“Ber-PMII artinya memperkuat keilmuan dan memegang teguh AD, ART, PO, serta hasil pleno,” tegasnya.

Ketua PKC PMII Sultra, Awaluddin Sisila, menambahkan bahwa kaderisasi harus berdampak di luar ruang pelatihan.

“Tugas kita bukan selesai di forum PKD. Nilai dan semangat kaderisasi harus terus hidup dalam kehidupan sosial, khususnya untuk masyarakat Sulawesi Tenggara,” imbuhnya.

Kegiatan ditutup pada Minggu siang dengan refleksi bersama peserta dan penguatan nilai-nilai dasar PMII, sebagai penegasan bahwa kaderisasi bukan hanya proses internal, tetapi juga jalan pengabdian untuk umat dan bangsa.(red)

Artikel ini telah dibaca 175 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Dr. Saprudin, Akademisi Muda dengan Pengalaman Nasional Pimpin Pascasarjana Unsultra

27 Januari 2026 - 13:08 WITA

SMAN 12 Kendari Sukses Gelar Orcafest Pramuka Penggalang 2026

26 Januari 2026 - 21:38 WITA

SMAN 12 Kendari Gelar Orcafest Pramuka Penggalang 2026 yang Meriah

22 Januari 2026 - 19:24 WITA

Plt Rektor UHO: Data Alumni Ayu Manda Putri Sudah Kembali Normal

30 Desember 2025 - 20:04 WITA

Sinergi Pers‑Kampus: JMSI Sultra Undang Rektor UHO Jadi Penasihat dan Narasumber ‘JMSI Talk’

4 Desember 2025 - 08:19 WITA

Hari Guru ke-80: Kepala SMAN 8 Konsel Berikan Penghargaan 5 Guru Berkinerja Baik

25 November 2025 - 10:37 WITA

Trending di Edukasi