Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 10 Mar 2026 21:54 WITA ·

Persiapan Operasi Ketupat Anoa 2026, Polisi Temukan Jalan Retak dan Rawan Longsor di Kolaka


 Sat Lantas Polres Kolaka melakukan survei jalan terpadau di sejumlah titik rawan di Kolaka. Foto: Istimewa Perbesar

Sat Lantas Polres Kolaka melakukan survei jalan terpadau di sejumlah titik rawan di Kolaka. Foto: Istimewa

KOLAKA – Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan Operasi Ketupat Anoa tahun 2026, Satuan Lalu Lintas Polres Kolaka bersama instansi terkait melaksanakan kegiatan survei jalan terpadu di sejumlah titik rawan di wilayah Kabupaten Kolaka, Selasa, 10 Maret 2026 pukul 09.30 Wita.

Kegiatan survei ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi jalan, potensi kerawanan kecelakaan lalu lintas, serta memetakan titik rawan bencana dan kemacetan yang dapat mengganggu kelancaran arus lalu lintas menjelang arus mudik dan balik Lebaran.

Adapun lokasi yang menjadi sasaran kegiatan survei jalan terpadu yakni Jalan Poros Kolaka Timur (Koltim)–Kolaka dan Jalan Poros Kolaka–Kolaka Utara (Kolut).

Kasi Humas Polres Kolaka, AKP Dwi Arif mengatskan, pada ruas Jalan Poros Koltim–Kolaka, tim menemukan beberapa kondisi yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

“Di antaranya kondisi jalan yang retak sehingga rawan terjadi longsor, kondisi jalan yang miring dengan banyak kerikil lepas yang dapat memicu kecelakaan, serta adanya tebing yang rawan longsor sehingga material dapat tumpah ke badan jalan,” ujar Dwi Arif dalam keterangan tertulis.

Selain itu, tambah Dwi Arif, ditemukan pula pagar pembatas jalan yang rusak akibat sebagian badan jalan mengalami amblas.

Sementara itu, pada Jalan Poros Kolaka-Kolaka Utara ditemukan kondisi jalan yang mengalami kerusakan sehingga berpotensi menyebabkan hambatan, kemacetan arus lalu lintas, serta meningkatkan risiko kecelakaan.

“Selain itu, terdapat pula beberapa titik tebing dan bahu jalan yang rawan longsor,” kata Dwi Arif.

Tim juga melakukan pengecekan fasilitas di area Pelabuhan Penyeberangan Kapal Feri Kolaka–Bajoe, serta melakukan pengecekan lokasi parkir dan kondisi jembatan yang rusak di kawasan tempat wisata Kajuangin, Desa Liku, Kecamatan Samaturu.

Melalui kegiatan ini, tim survei melakukan koordinasi serta pendataan terhadap berbagai titik strategis seperti pelabuhan penyeberangan, tempat wisata, ruas jalan rusak, daerah rawan bencana alam, titik rawan kemacetan, hingga lokasi yang berpotensi terjadi kecelakaan lalu lintas.

Kegiatan survei jalan terpadu ini dipimpin oleh Kaur Bin Ops Satlantas Polres Kolaka Ipda Ruslan dan didampingi perwakilan dari Dinas PUPR Kabupaten Kolaka, Dinas Perhubungan Kabupaten Kolaka, dan PT Jasa Raharja Kabupaten Kolaka.

Diharapkan melalui kegiatan ini, berbagai potensi kerawanan dapat segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti oleh instansi terkait sehingga dapat mendukung terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Ketupat Anoa 2026.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

PT TIS Tidak Hadir RDP, Aktivis Desak Hentikan Pembangunan Jetty!

10 Maret 2026 - 22:42 WITA

Ramadhan Berbagi Berkah, BPR Bahteramas Bombana Salurkan Bantuan Sembako

10 Maret 2026 - 22:04 WITA

Mudik Lebaran 2026, DPRD Bombana Desak Pemda Buka Rute Pelayaran Kasipute-Dongkala

10 Maret 2026 - 19:17 WITA

Pergi Melaut Sejak Minggu, Nelayan Lansia di Muna Dilaporkan Hilang

10 Maret 2026 - 15:14 WITA

Mudik Gratis Kendari–Raha–Baubau, Berikut Jadwal Keberangkatan Kapal

10 Maret 2026 - 13:20 WITA

Dishub Bombana Gelar Rakor, Siap Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026

9 Maret 2026 - 17:43 WITA

Trending di Daerah