Menu ✖

Mode Gelap
BREAKING NEWS: Kajari Konawe Diamankan Kejati Sultra, Diduga Selewengkan Wewenang Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia

Hukrim · 6 Mei 2024 20:42 WITA ·

Perkara Korupsi Blok Mandiodo, Mantan Direktur PT KPP Divonis Empat Tahun Penjara


 Sidang pembacaan putusan terdakwa Mantan Direktur PT KKP Andi Adriansyah dalam kasus korupsi PT Antam Tbk Blok Mandiodo Konawe Utara. Foto: Istimewa Perbesar

Sidang pembacaan putusan terdakwa Mantan Direktur PT KKP Andi Adriansyah dalam kasus korupsi PT Antam Tbk Blok Mandiodo Konawe Utara. Foto: Istimewa

PENAFAKTUAL.COM, KENDARI – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengadili terdakwa kasus korupsi nikel PT Antam, Andi Adriansyah (AA), Senin, 6 Mei 2024.

Andi Andriansyah sendiri, satu dari empat terdakwa yang bersidang di PN Tipikor Kota Kendari. Dalam putusannya, Majelis Hakim Sugeng memvonis empat tahun penjara, lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yakni lima tahun pidana badan.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Andi Andriansyah, oleh karena itu, dengan pidana penjara selama empat tahun dan pidana denda Rp500 juta,” ujar Sugeng membacakan putusan Andi Andriansyah yang disaksikan JPU dan tim kuasa hukum.

Selain itu, Mantan Direktur PT Kabaena Kromit Pratama (KPP) ini, juga dihukum membayar uang pengganti atas kerugian perekonomian negara yang disebabkan PT KPP senilai Rp45 miliar.

Apabila terdakwa Andi Andriansyah, dalam kurun satu bulan setelah keputusan tetap pengadilan, terpidana tidak dapat melunasi, maka harta benda terpidana akan disita jaksa, dan selanjutnya dilelang guna menutupi uang pengganti tersebut.

Kendati demikian, harta benda terpidana tidak bisa menutupi uang pengganti, tetapi hanya ada sebagian, maka diperhitungkan secara proposional, dan gantikan pidana badan. Serta jika terpidana tidak memiliki uang pengganti tersebut, maka diganti dengan pidana dua tahun penjara.

“Terdakwa Andi Andriansyah untuk membayar uang pengganti sebanyak Rp45 miliar,” jelas Sugeng.

Sugeng menerangkan, keputusan atas vonis yang diberikan kepada terdakwa Andi Andriansyah sudah sesuai sebagaimana diatur pada Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang (UU) RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dan Jo Pasal 64 KUHPidana.

Adapun alasan hakim menjatuhkan hukuman lebih rendah dari tuntutan JPU, diantaranya Andi Andriansyah tidak pernah dipidana, dan sopan santun selama proses sidang berjalan.

“Sementara pidana yang memberatkan terdakwa Andi Andriansyah tidak mendukung pemerintah dalam upaya memberantas tindak pidana korupsi,” pungkasnya.(sai)

Artikel ini telah dibaca 274 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Oknum Satpol PP Sultra Ditangkap, Diduga Aniaya Mahasiswa HMI Saat Demo di Kantor Gubernur

8 Oktober 2026 - 19:25 WITA

Curi Barang di Rumah Dinas SDN 1 Lambandia Koltim, Dua Pria Ditangkap Polisi 

8 Oktober 2026 - 18:43 WITA

Pembalakan Liar di Tahura Nipa-Nipa Terbongkar, Dua Warga Soropia Konawe Diamankan

7 Oktober 2026 - 12:54 WITA

65 Koperasi Merah Putih di Kendari Belum Kantongi PBG, Gerai Kasilampe Diduga Langgar GSJ

6 Oktober 2026 - 15:35 WITA

Berawal dari Telepon Masuk, Begini Kronologi Suami Tusuk Istri hingga Tewas di Konsel!

6 Oktober 2026 - 14:33 WITA

Pilu! Cekcok Karena HP Berujung Maut, Ibu Muda di Konsel Tewas Ditusuk Suami 9 Kali

6 Oktober 2026 - 13:30 WITA

Trending di Hukrim