Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Ekobis · 27 Nov 2022 11:03 WITA ·

Penambang Lokal Konut Deklarasikan Pembentukan APL-KU


 Deklarasi pembentukan APL-KU. (Foto: Istimewa) Perbesar

Deklarasi pembentukan APL-KU. (Foto: Istimewa)

PENAFAKTUA.COM, ENDARI – Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan produksi nikel Indonesia, para penambang lokal Kabupaten Konawe Utara (Konut) sepakat mendirikan sebuah wadah bersama yang bernama Asosiasi Penambang Lokal – Konawe Utara (APL-KU).

APL-KU ini terdapat 40 Kontraktor lokal asli Konut berdasarkan semangat bersama mendorong produksi nikel secara massif melalui para pelaku-pelaku usaha di  bidang pertambangan khususnya di Kabupaten Konut.

Ketua umum APL-KU, Ebit menyampaikan kedepan APL-KU ingin memberikan peluang kepada pelaku usaha di wilayah pertambangan khususnya Konut agar ikut andil untuk bisa mengelola Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di Konut salah satunya di Blok Mandiodo, Morombo dan Matarape yang berada di wilayah IUP resmi.

“Dengan hadirnya Asosiasi APL-KU bagaimana membawahi semua para pelaku usaha dibidang kontraktor mining dan memiliki Izin Usaha Jasa Pertambangan (IUJP) yang terdaftar dalam peraturan perundang-undangan, kita membawahi itu agar semua bisa melakukan giat untuk bekerja,” jelas Ebit saat jumpa pers disalah satu hotel ternama di Kendari, Jumat, 25 November 2022.

Kata Ebit, dengan hadirnya APL-KU ini bisa memberikan pemberdayaan lokal sekaligus membantu negara memberikan dampak positif seperti perekrutan pekerja sehingga dengan adanya APL-KU ini dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat di lingkar tambang.

“Target kita agar semua pelaku usaha bisa terlibat mendapatkan usaha pertambangan itu sendiri,” terangnya.

Wakil ketua Satu APL-KU, Hendrik menambahkan salah satu tujuan pokok asosiasi ini adalah wadah yang disiapkan dalam hal untuk mengakomodir semua teman-teman pengusaha lokal khususnya yang bergerak di bidang pertambangan di Konut.

“Wadah ini kita ciptakan bukan hanya penambang lokal saja, ke depan insyaallah kalau kita sudah berjalan semua maka pasti kita juga akan merekrut tenaga-tenaga kerja yang nantinya itu akan ada didalam naungan perusahaan-perusahaan yang tergabung di asosiasi,” tutur Hendrik.

Sementara itu wakil ketua dua APL-KU Iqbal menjelaskan, sejak di deklarasikan tadi ini, secepatnya akan berkegiatan dengan tujuan bahwa ini adalah wadah pengusaha lokal Konut yang mempunyai badan hukum yang jelas.

“Kami berharap perusahaan-perusahaan tambang pemilik IUP resmi di Konut dapat memberdayakan APL-KU ini sebagai meitra kerja, sehingga kedepan kita bisa berkontribusi terhadap pembangunan daerah serta kesejahteraan ekonomi masyarakat dan pembangunan manusia,” harapnya.

“Dengan hadirnya APL-KU ini sebagai wadah yang dipimpin oleh saudara kita Ebit dan semua kepentingan-kepentingan usaha kita coba akumulasi menjadi sebuah kepentingan bersama, saatnya kita sendiri anak daerah yang bisa mengelola daerah kita sendiri utamanya di bidang pertambangan,” tambah Iqbal,

Penulis: Redaksi

Artikel ini telah dibaca 111 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Bank Sultra Raih Tiga Penghargaan Nasional, Bukti Kinerja dan Tata Kelola Makin Solid

3 Juli 2026 - 11:41 WITA

Bank Sultra Catat Laba Bersih Rp419 Miliar, Dividen Naik Jadi 75 Persen

14 Maret 2026 - 09:53 WITA

Gojo Kendari dan Koperasi Lanud Halu Oleo Jalin Kerja Sama Layanan Transportasi Online

11 Maret 2026 - 18:28 WITA

Kerja Sama Strategis Bank Sultra dan Ditjen Dukcapil, Perkuat Layanan Perbankan di Sulawesi Tenggara

9 Maret 2026 - 21:51 WITA

Kerajaan Moronene Dukung PT SIP, Bombana Siap Jadi Kawasan Industri

18 Februari 2026 - 17:58 WITA

Kadin Sultra dan Pemerintah Provinsi Sultra Bersinergi Perkuat Ekonomi Kerakyatan

10 Februari 2026 - 20:23 WITA

Trending di Ekobis