Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 16 Feb 2025 13:28 WITA ·

Parah! Masyarakat Ungkap Dugaan Pungli ASDP Lagasa hingga Jutaan Rupiah


 Bukti transfer dugaan pungli dari masyarakat ke rekening pribadi pegawai ASDP Lagasa inisial LAA. Foto: Penafaktual.com Perbesar

Bukti transfer dugaan pungli dari masyarakat ke rekening pribadi pegawai ASDP Lagasa inisial LAA. Foto: Penafaktual.com

PENAFAKTUAL.COM, KENDARI – Salah satu oknum petugas ASDP Indonesia Ferry di Pelabuhan Penyeberangan Lagasa-Pure Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara diduga melakukan pungutan liar (Pungli) terhadap pengguna jasa.

Hal itu terungkap saat ada masyarakat yang menyeberangkan alat berat jenis excavator pada Selasa, 11 Februari 2025 lalu, dimintai uang tambahan.

Hamsah, selaku masyarakat pengguna jasa yang merasa dirugikan atas dugaan pungli tersebut menuturkan bahwa selain membayar uang tiket sebesar Rp3.498.000 dan biaya rekomendasi Rp1.500.000 juga harus membayar uang tambahan sebesar Rp4.000.000.

Ironisnya, uang tambahan tersebut diserahkan melalaui transfer ke rekening pribadi salah satu pegawai ASDP Lagasa inisial LAA.

“Kalau harga tiket saya bayar cash di loket, biaya rekomendasi  saya bayar cash juga. Tapi setelah itu, kita diminta lagi uang tambahan Rp4 juta, itu saya trsanfer ke rekening pegawai ASDP”, kata Hamsah.

Hamsah mengungkapkan bahwa jika tidak membayar uang tambahan tersebut maka tidak diperkenankan untuk menyeberangkan alat berat.

Tiket kendaraan golongan IX di Penyeberangan Lagasa-Pure dengan harga tertera Rp3.498.000. Foto: Penafaktual.com

“Kalau kita tidak bayar uang tambahan Rp4 juta itu, tidak bisa kita masuk. Alasannya katanya itu (uang) untuk Syahbandar, untuk Perhubungan juga”, kata Hamsah kepada awak media baru-baru ini.

Kepala UPTD Perhubungan Lagasa Kabupaten Muna, Sawaludin, saat dikonfirmasi mengaku tidak tahu atas adanya dugaan Pungli tersebut.

“Kalau itu urusannya ASDP, di luar kewenangan kita. Kalau tiket urusannya ASDP”, kata Sawaludin saat dikonfirmasi melalui telepon genggamnya.

Anehnya, saat ditanyakan terkait regulasi atau aturan pemerintah Kabupaten Muna tentang penetapan nominal harga tiket tiap golongan kendaraan di Penyeberangan Lagasa-Pure Sawalaudin juga mengatakan tidak tahu.

“Kalau kita tidak bisa campuri itu. Karena itu kewenangannya ASDP, ada aturannya tersendiri mereka. Aturan dari mereka sendiri”, katanya.

Sawalaudin bilang, bahwa pihaknya hanya berwenang mengeluarkan rekomendasi untuk pemuatan alat berat dengan biaya Rp1,5 juta.

“Kita hanya berikan rekomendasi, kalau alat berat 1’5 juta biayanya”, sebutnya.

Sementara itu, Penanggung Jawab ASDP Lagasa, H Puji, berdalih bahwa biaya tambahan tersebut untuk membantu biaya operasional dan biaya pengurusan Surat Izin Berlayar di Syahbandar serta di Perhubungan.

“Di sini kan ada tiga instansi, ASDP yang kelola ferry dari Raha ke Pure terus pelabuhan itu dikelola Dinas Perhubungan, terus ada Syahbandar yang kasih izin keberangkatan kapal,” kata H Puji.

Ia juga menuturkan bahwa jika mengikuti aturan Kesyahbadandaran, untuk pemuatan alat berat harus sistem carter dengan biaya yang cukup mahal, sehingga pihaknya mengambil alternatif lain untuk membantu.

“Dalam Kesyahbadandaran masalah alat berat itu katanya aturannya harus carter pak, karena sejenis eksavator jumlah muatan di atas 20 ton, makanya dari Dinas Perhitungan dan Syahbandar membatu pak. Karena kalau carter itu kan biayanya membengkak pak, makanya dialternatif, disisipkan di reguler yang penting tidak menganggu kendaraan lain, kebetulan kemarin itu pemuatan bisa, kondisi penumpang tidak terlalu padat. Jadi dasarnya  kami membatu pak dalam arti daripada carter biayanya kan kurang lebih Rp24 juta,” tutupnya.

Sebelumnya, dikutip dari detiksultra.com, Pemerintah Kabupaten Muna telah menetapkan harga tiket terbaru untuk penumpan maupun kendaraan di Penyebrangan Ferry rute Raha-Pure per tanggal 14 Juni 2024.

Berikut harga tiket terbaru penyeberangan Raha-Pure:

  1. Penumpang dewasa semula Rp 11.000 kini Rp 16.000
  2. Penumpang anak-anak semula Rp 6.000 kini Rp 5.000
  3. Golongan I per unit semula Rp 8.000 tarif kini Rp 31.000
  4. Golongan Il per unit semula Rp 35.000 kini Rp 54.000
  5. Golongan III per unit semula Rp 55.000,- tarif disesuaikan menjadi 117.000,-
  6. Golongan IV penumpang per unit semula Rp 240.000 kini Rp 425.000
  7. Golongan IV barang per unit semula Rp 235.000 kini Rp 432.000
  8. Golongan V penumpang per unit semula Rp 430.000 kini Rp 779.000
  9. Golongan V barang per unit semula Rp 420.000 kini Rp 798.000
  10. Golongan VI penumpang per unit semula Rp 665.000 kini Rp 1.289.000
  11. Golongan VI barang per unit semula Rp 610.000 kini Rp 1.334.000
  12. Golongan VII per unit semula Rp 810.000 kini Rp 1.743.000
  13. Golongan VIII per unit semula Rp 1.175.000 kini Rp 2.428.000
  14. Golongan IX per unit semula Rp 2.000.000 kin 3.498.000.(hsn)
Artikel ini telah dibaca 978 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Knalpot Brong Berujung Penikaman di Buton Selatan

28 Agustus 2025 - 20:54 WITA

Warga Desa Maabholu Muna Digegerkan Penemuan Ular Piton 8 Meter

28 Agustus 2025 - 19:53 WITA

Mendagri Tito Karnavian Dukung Penuh Program Prioritas Kadin Sultra

28 Agustus 2025 - 18:23 WITA

Aksi Nyata PT TBS dan Almhariq: Jalan Poros Kabaena Selatan Mulai Dibangun

28 Agustus 2025 - 17:22 WITA

Tito Karnavian Soroti Jam Tangan Rolex Bupati Bombana: Harusnya Pejabat Publik Bersikap Sederhana!

27 Agustus 2025 - 20:05 WITA

Gunakan Jam Tangan Rolex Senilai Hampir Rp 1 Miliar, Gaya Hidup Mewah Bupati Bombana Disorot!

27 Agustus 2025 - 19:47 WITA

Trending di Daerah